3 tahun yang lalu, disebuah job fair yang ada dikampus, aku yang sedang penat dengan segala permasalahan kehidupan, memberanikan diri untuk datang ke Dosen-ku yang juga seorang psikolog. Aku bercerita bagaimana aku ngga pernah bisa membuka hati untuk siapapun, bagaimana aku begitu sulit untuk mau beradaptasi dengan orang lain, bagaimana aku begitu gak menginginkan orang-orang, tapi juga cerita betapa aku butuh seseorang yang tepat, tapi belum ada. Pas itu rasanya hati udah gak siap lagi untuk orang lain, rasanya sendiri lebih baik daripada harus bersama siapapun.
Jawaban dari dosenku saat itu adalah jawaban yang gak pernah bisa aku lupain, sejujurnya jawaban ini juga yang mungkin membuat aku memutuskan untuk berada di hari ini.
"Moza, pada dasarnya kamu itu gak akan menemukan yang bener-bener cocok, pada dasarnya ke-idealisan kamu ini akan runtuh seketika ketika kamu menemukan orang yang mau kamu terima dan mau menerima kamu. Moza, cinta itu perihal menerima. Moza belajar menerima ya mulai sekarang"
Sejak saat itu, aku melepaskan apa yang seharusnya aku lepaskan, melupakan apa yang seharusnya aku lupakan, berjalan ditempat yang seharusnya aku berjalan. Aku benar-benar melepaskan semua hal dengan keyakinan apapun yang terjadi didepan, aku harus mempersiapkan semuanya dengan baik, bukan lagi mempermainkan sesuatu dengan mudahnya. Dengan gak lupa berdoa sama Allah supaya diberikan jalan yang terbaik dan termudah.
Kalau ditanya "Kisah cinta ideal menurut kamu itu apa?", jelas jawabannya adalah "mau sama mau menerima", aku yang siap menerima dan dia yang juga mampu menerima.
Semoga Allah mudahkan..


No comments:
Post a Comment