Malam ini malam pertama di bulan November, tiba-tiba saja aku tertegun dan ingin
kembali menulis. Apa yang ada di perasaanku tiba-tiba saja membuncah minta
dikeluarkan, menuntut untuk diungkapkan lewat tulisan, yang aku sendiri tidak
tau akan menjadi seperti apa tulisan ini.
Ada satu hal
yang sangat membuat aku galau di tahun ini, sejujurnya perasaan ini sudah
menghantuiku sejak tahun-tahun sebelumnya, tapi entah mengapa di tahun ini
rasanya aku harus benar-benar serius dan fokus terhadap hal ini. Aku ingin
menjadi muslim yang sesungguhnya.
Kenapa aku
bilang aku ingin menjadi muslim yang sesungguhnya? Jujur, aku merasa 20 tahun
lebih aku hidup di dunia ini ada banyak banget hal yang aku lakukan secara
sia-sia, dari mulai cara berpakaianku, cara aku bergaul dengan teman-temanku,
bahkan cara aku hidup-pun aku melakukannya dengan sia-sia, jauh dari bagaimana
seharusnya aku menjadi seorang muslimah, terlalu terbawa oleh dunia, sedangkan
tujuan akhirku jelas akhirat.
Sampai di
bulan Oktober kemarin, ada satu titik dimana aku ngerasa benar-benar lelah dan
sia-sia, aku ngerasa aku benar-benar harus berubah, berubah dalam sisi yang
memang sudah seharusnya aku berubah. Aku merasa harus mulai menutup auratku
secara benar, mulai menjaga jarak dengan teman lawan jenisku, dan mulai menjaga
apa yang sudah seharusnya aku jaga, diriku.
Tapi, semakin
aku mencobanya ada banyak hal yang semakin menggangguku, semakin menggoyahkan
apa yang sudah kupikirkan secara matang, terutama dari orang-orang yang mulai
kaget dengan penampilanku dan keputusanku untuk tidak berpacaran lagi.
“Mo, elu
hijrah?”
“Enggak”
“Ya kalau gak
hijrah lu kenapa? Kesambet?”
“…………….”
Aku gak
setuju dengan istilah aku ber”hijrah”, karena sejatinya aku masih terlalu
takut, aku masih terlalu galau dan memikirkan apa kata orang, termasuk contoh
pertanyaan dari temanku diatas. Setiap ada yang tanya aku kenapa aku pasti
selalu enggan untuk menjawab, karena aku melakukan ini semua karena memang
hatiku ingin dan aku harus melakukan ini karena sebuah keharusan. Jujur, aku
juga tidak suka pujian yang datang kepadaku, akupun juga terlalu takut akan
kritikan, aku hanya ingin orang lain mendukung dan mendoakanku agar kuat dalam perjalanan
hidupku ini, hanya itu.
Entahlah,
jujur aku ingin menangis saat mengetik ini. Aku memang berada di lingkup
pertemanan yang cukup luas, yang gak semuanya mengenal aku secara mendalam. Aku
mewajari mereka yang bertanya-tanya akan diriku, aku juga terlalu egois karena
ingin dipahami tanpa menjelaskan. Tapi bagaimanapun, aku sadar ini adalah
sebuah proses, semoga kedepannya aku tidak goyah dan tetap istiqomah dijalan
yang sudah seharusnya aku jalani ini.
Doaku malam
ini:
“Ya Allah, kuatkan aku dalam perjalanan
ini, kuatkan aku dalam segala hal. Aku tau hatiku terlalu lemah dalam
menghadapi banyak orang, banyak kritikan, ataupun banyak pujian. Aku lemah, sedangkan
Engkau maha kuat ya Allah, ini adalah keinginanku yang aku yakin hadir karena
Engkau sangat sayang denganku, terimakasih Ya Allah, kuatkan aku dan
istiqomahkan aku untuk selalu berada dijalanmu, aamiin”


Amiin
ReplyDelete