Thursday, November 1, 2018

GALAU

November 01, 2018 1 Comments

Malam ini malam pertama di bulan November, tiba-tiba saja aku tertegun dan ingin kembali menulis. Apa yang ada di perasaanku tiba-tiba saja membuncah minta dikeluarkan, menuntut untuk diungkapkan lewat tulisan, yang aku sendiri tidak tau akan menjadi seperti apa tulisan ini.

Ada satu hal yang sangat membuat aku galau di tahun ini, sejujurnya perasaan ini sudah menghantuiku sejak tahun-tahun sebelumnya, tapi entah mengapa di tahun ini rasanya aku harus benar-benar serius dan fokus terhadap hal ini. Aku ingin menjadi muslim yang sesungguhnya.

Kenapa aku bilang aku ingin menjadi muslim yang sesungguhnya? Jujur, aku merasa 20 tahun lebih aku hidup di dunia ini ada banyak banget hal yang aku lakukan secara sia-sia, dari mulai cara berpakaianku, cara aku bergaul dengan teman-temanku, bahkan cara aku hidup-pun aku melakukannya dengan sia-sia, jauh dari bagaimana seharusnya aku menjadi seorang muslimah, terlalu terbawa oleh dunia, sedangkan tujuan akhirku jelas akhirat.

Sampai di bulan Oktober kemarin, ada satu titik dimana aku ngerasa benar-benar lelah dan sia-sia, aku ngerasa aku benar-benar harus berubah, berubah dalam sisi yang memang sudah seharusnya aku berubah. Aku merasa harus mulai menutup auratku secara benar, mulai menjaga jarak dengan teman lawan jenisku, dan mulai menjaga apa yang sudah seharusnya aku jaga, diriku.

Tapi, semakin aku mencobanya ada banyak hal yang semakin menggangguku, semakin menggoyahkan apa yang sudah kupikirkan secara matang, terutama dari orang-orang yang mulai kaget dengan penampilanku dan keputusanku untuk tidak berpacaran lagi.

“Mo, elu hijrah?”
“Enggak”
“Ya kalau gak hijrah lu kenapa? Kesambet?”
“…………….”

Aku gak setuju dengan istilah aku ber”hijrah”, karena sejatinya aku masih terlalu takut, aku masih terlalu galau dan memikirkan apa kata orang, termasuk contoh pertanyaan dari temanku diatas. Setiap ada yang tanya aku kenapa aku pasti selalu enggan untuk menjawab, karena aku melakukan ini semua karena memang hatiku ingin dan aku harus melakukan ini karena sebuah keharusan. Jujur, aku juga tidak suka pujian yang datang kepadaku, akupun juga terlalu takut akan kritikan, aku hanya ingin orang lain mendukung dan mendoakanku agar kuat dalam perjalanan hidupku ini, hanya itu.

Entahlah, jujur aku ingin menangis saat mengetik ini. Aku memang berada di lingkup pertemanan yang cukup luas, yang gak semuanya mengenal aku secara mendalam. Aku mewajari mereka yang bertanya-tanya akan diriku, aku juga terlalu egois karena ingin dipahami tanpa menjelaskan. Tapi bagaimanapun, aku sadar ini adalah sebuah proses, semoga kedepannya aku tidak goyah dan tetap istiqomah dijalan yang sudah seharusnya aku jalani ini.

Doaku malam ini:
“Ya Allah, kuatkan aku dalam perjalanan ini, kuatkan aku dalam segala hal. Aku tau hatiku terlalu lemah dalam menghadapi banyak orang, banyak kritikan, ataupun banyak pujian. Aku lemah, sedangkan Engkau maha kuat ya Allah, ini adalah keinginanku yang aku yakin hadir karena Engkau sangat sayang denganku, terimakasih Ya Allah, kuatkan aku dan istiqomahkan aku untuk selalu berada dijalanmu, aamiin”