Udah 5 bulan aja
blog ini gak di update, waktu emang
bener cepet berlalu ya. Padahal udah janji sama diri sendiri untuk nulis blog
minimal 1 perbulan, tapi apa daya tetep aja males-malesan buat ngisinya padahal
banyak banget hal yang pengen ditulis. Cuman, ya begitulah.
Kali ini gue ingin
sedikit bercerita tentang apa yang selama ini gue amati tentang bagaimana kaidah seorang wanita dan
bagaimana sosok pria dan sosok wanita di muka bumi ini, Sebenernya
berawal dari beberapa pandangan yang menyebutkan tentang “kesetaraan gender”,
disini gue bukan ingin menentang atau apa tentang konsep itu tapi lebih ke
murni menyuarakan apa yang ada dipikiran gue. Bukan berarti gue gak bersyukur
dengan adanya emansipasi wanita, jelas gue sangat bersyukur karena dengan
adanya emansipasi wanita setidaknya kita para wanita gak dijajah seperti dulu,
gak cuman dijadiin budak dan dipandang sebelah mata tapi bener-bener dihargai
dan gak diperlakukan seenaknya. Thanks to ibu R.A Kartini! J
Tapi, yang
sangat ingin gue sayangkan adalah dimana beberapa wanita malah menganggap kalau
wanita itu harus sama dengan pria, wanita itu bisa melakukan apa yang pria lakukan,
dan selalu berusaha untuk menyamakan antara wanita dengan pria.
Berawal dari itu
semua, sebenernya menarik buat cari tau sebenernya gimana sih seharusnya wanita
berdampingan dengan pria, gimana hubungan antara wanita dan pria yang ternyata
sebenernya gak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, semuanya punya porsi masing-masing.
Disini gue coba merangkum beberapa yang menurut gue cukup valid dan bisa ditanyakan kembali
ke diri masing-masing.
Pertama, wanita
dan pria itu beda secara otak. Secara otak wanita itu bisa multitasking,
sedangkan pria itu gak bisa multitasking. Ini kenapa wanita bisa melakukan
banyak hal dalam satu waktu, sedangkan pria gak bisa dan fokus mengerjakan
setiap hal satu-satu. Itu juga kenapa wanita sebenernya dikodratkan menjadi
seorang ibu yang bisa mengurus rumah tangga, sedangkan pria difokuskan untuk
bekerja dan mencari nafkah.
Kedua, wanita
itu pandangannya 180 derajat, sedangkan pria itu pandangannya lurus namun jauh.
Pernah gak sih kalian cari sesuatu terus hanya ibu kalian yang bisa temuin
barang itu? Itulah salah satu bukti kalau wanita pandangannya luas. Terus,
kalau belanja pria itu lebih cenderung fokus ke barang yang dia mau beli,
sedangkan wanita bisa melihat barang-barang yang bahkan tersembunyi dan jadi
beli banyak………
Ketiga,
laki-laki mengartikan sentuhan sebagai ancaman, sedangkan wanita mengartikan
sentuhan sebagai rasa aman. Hal inilah kenapa wanita kalau lagi ada masalah
terus dipeluk sama temen wanitanya pasti langsung ngerasa tenang. Sedangkan pria
kalau lagi ada masalah terus dipeluk sama temen prianya………… pasti aneh HEHE.
Keempat,
laki-laki itu gak suka bicara, mereka hanya bicara 7000 kata/hari, sedangkan
kosakata pada wanita itu 3x lipat dari pria, sekitar 20.000 kata/hari. Ini juga
kenapa biasanya wanita lebih cenderung bawel daripada pria. Lebih cenderung
aktif berbicara dibanding pria. Jadi, kalau ketemu cowok diem mungkin aja
kosakata yang dia pakai untuk hari itu udah abis, sedangkan cowok yang banyak
omong emang patut dipertanyakan ke-pria-annya wgwg.
Kelima, laki-laki
dalam tekanan akan cenderung bertindak tanpa berpikir. Sedangkan wanita dalam
tekanan akan berbicara tanpa berpikir. Pernah gak sih kalian para wanita yang
nyesel karena udah bicara a-z tentang sesuatu yang bikin kalian emosi, tapi
ternyata itu malah bikin masalah buat kalian? Wkwk gue sering. Sedangkan pria
cenderung lebih banyak berantem karena mereka pada dasarnya senang “bertindak
tanpa berpikir” saat ada masalah/tekanan. Huft. Jadi, alangkah lebih baik pria
bisa lebih mengkontrol tindakannya dan wanita lebih mengkontrol perkataannya.
Keenam,
laki-laki tertarik pada tujuan, sedangkan wanita tertarik pada proses. Pria itu
adalah sosok yang cenderung gak melakukan sesuatu yang tanpa tujuan, sedangkan
wanita lebih senang menikmati setiap proses.Hal inilah kenapa wanita
dikodratkan menjadi seorang ibu, karena pada dasarnya wanita adalah guru yang
terbaik, mereka bisa menjelaskan proses a b c d (ditambah kosakata mereka
banyak) kepada anaknya, sedangkan pria hanya intinya aja.
Ketujuh,
laki-laki unggul dalam logika, sedangkan wanita ungul dalam insting dan
perasaan. Inilah kenapa laki-laki terkadang lebih realistis dibanding wanita,
ini juga kenapa laki-laki ditakdirkan menjadi seorang “pemimpin”. Karena, gak
kebayang kalau wanita jadi pemimpin dan selalu menggunakan perasaan pada setiap
situasi. Dan, ini juga kenapa laki-laki kalau ada masalah sebaiknya ditanya dan
gak usah menuntut mereka untuk peka, karena pada dasarnya insting mereka gak
kuat dan logika mereka yang terus berjalan, kalau si wanita gak kasih tau yah
yang mereka tau adalah everything is okay
dan gak ada masalah.
Jadi, intinya
gak usah menyamakan antara wanita dan pria, gak usah juga membuat kasta antara
wanita dan pria, gak usah juga berebut siapa yang lebih tinggi dan lebih rendah.
Karena pada dasarnya, wanita dan pria itu emang fitrahnya beda tapi saling
melengkapi. Allah itu maha adil, tapi adil itu gak selalu 50:50, adil itu punya
porsi masing-masing yang gak bisa diitung dan disamakan oleh manusia. Islam itu
karunia yang terbaik untuk wanita dan pria. Perempuan tanpa laki-laki tidak ada
apa-apanya, begitupun laki-laki tanpa perempuan tidak ada apa-apanya. Tugas
kita cuman harus saling menghargai, saling melengkapi, dan saling menopang satu
sama lain! J
- - Btw
sebenernya banyak bangetsih hal-hal lain
tentang perbedaan kodrat antara wanita dan pria dan ceritain gimana sebenernya
kita tuh emang punya fitrahnya masing-masing, salah satunya bisa baca bukunya
Alan & Barbara Pease yang judulnya “why
men don’t listen and women can’t read maps” itu bisa jadi rekomendasi buat
kita sadar kalau emang fitrah antara wanita dan pria itu beda tapi sama-sama
saling ngelengkapin. Cmiw! -


No comments:
Post a Comment