Saturday, September 22, 2018

WANITA & PRIA

September 22, 2018 0 Comments

Udah 5 bulan aja blog ini gak di update, waktu emang bener cepet berlalu ya. Padahal udah janji sama diri sendiri untuk nulis blog minimal 1 perbulan, tapi apa daya tetep aja males-malesan buat ngisinya padahal banyak banget hal yang pengen ditulis. Cuman, ya begitulah.

Kali ini gue ingin sedikit bercerita tentang apa yang selama ini gue amati tentang bagaimana kaidah seorang wanita dan bagaimana sosok pria dan sosok wanita di muka bumi ini, Sebenernya berawal dari beberapa pandangan yang menyebutkan tentang “kesetaraan gender”, disini gue bukan ingin menentang atau apa tentang konsep itu tapi lebih ke murni menyuarakan apa yang ada dipikiran gue. Bukan berarti gue gak bersyukur dengan adanya emansipasi wanita, jelas gue sangat bersyukur karena dengan adanya emansipasi wanita setidaknya kita para wanita gak dijajah seperti dulu, gak cuman dijadiin budak dan dipandang sebelah mata tapi bener-bener dihargai dan gak diperlakukan seenaknya. Thanks to ibu R.A Kartini! J

Tapi, yang sangat ingin gue sayangkan adalah dimana beberapa wanita malah menganggap kalau wanita itu harus sama dengan pria, wanita itu bisa melakukan apa yang pria lakukan, dan selalu berusaha untuk menyamakan antara wanita dengan pria. 

Berawal dari itu semua, sebenernya menarik buat cari tau sebenernya gimana sih seharusnya wanita berdampingan dengan pria, gimana hubungan antara wanita dan pria yang ternyata sebenernya gak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, semuanya punya porsi masing-masing. Disini gue coba merangkum beberapa yang menurut gue cukup valid dan bisa ditanyakan kembali ke diri masing-masing.

Pertama, wanita dan pria itu beda secara otak. Secara otak wanita itu bisa multitasking, sedangkan pria itu gak bisa multitasking. Ini kenapa wanita bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu, sedangkan pria gak bisa dan fokus mengerjakan setiap hal satu-satu. Itu juga kenapa wanita sebenernya dikodratkan menjadi seorang ibu yang bisa mengurus rumah tangga, sedangkan pria difokuskan untuk bekerja dan mencari nafkah.

Kedua, wanita itu pandangannya 180 derajat, sedangkan pria itu pandangannya lurus namun jauh. Pernah gak sih kalian cari sesuatu terus hanya ibu kalian yang bisa temuin barang itu? Itulah salah satu bukti kalau wanita pandangannya luas. Terus, kalau belanja pria itu lebih cenderung fokus ke barang yang dia mau beli, sedangkan wanita bisa melihat barang-barang yang bahkan tersembunyi dan jadi beli banyak………

Ketiga, laki-laki mengartikan sentuhan sebagai ancaman, sedangkan wanita mengartikan sentuhan sebagai rasa aman. Hal inilah kenapa wanita kalau lagi ada masalah terus dipeluk sama temen wanitanya pasti langsung ngerasa tenang. Sedangkan pria kalau lagi ada masalah terus dipeluk sama temen prianya………… pasti aneh HEHE.

Keempat, laki-laki itu gak suka bicara, mereka hanya bicara 7000 kata/hari, sedangkan kosakata pada wanita itu 3x lipat dari pria, sekitar 20.000 kata/hari. Ini juga kenapa biasanya wanita lebih cenderung bawel daripada pria. Lebih cenderung aktif berbicara dibanding pria. Jadi, kalau ketemu cowok diem mungkin aja kosakata yang dia pakai untuk hari itu udah abis, sedangkan cowok yang banyak omong emang patut dipertanyakan ke-pria-annya wgwg.

Kelima, laki-laki dalam tekanan akan cenderung bertindak tanpa berpikir. Sedangkan wanita dalam tekanan akan berbicara tanpa berpikir. Pernah gak sih kalian para wanita yang nyesel karena udah bicara a-z tentang sesuatu yang bikin kalian emosi, tapi ternyata itu malah bikin masalah buat kalian? Wkwk gue sering. Sedangkan pria cenderung lebih banyak berantem karena mereka pada dasarnya senang “bertindak tanpa berpikir” saat ada masalah/tekanan. Huft. Jadi, alangkah lebih baik pria bisa lebih mengkontrol tindakannya dan wanita lebih mengkontrol perkataannya.

Keenam, laki-laki tertarik pada tujuan, sedangkan wanita tertarik pada proses. Pria itu adalah sosok yang cenderung gak melakukan sesuatu yang tanpa tujuan, sedangkan wanita lebih senang menikmati setiap proses.Hal inilah kenapa wanita dikodratkan menjadi seorang ibu, karena pada dasarnya wanita adalah guru yang terbaik, mereka bisa menjelaskan proses a b c d (ditambah kosakata mereka banyak) kepada anaknya, sedangkan pria hanya intinya aja.

Ketujuh, laki-laki unggul dalam logika, sedangkan wanita ungul dalam insting dan perasaan. Inilah kenapa laki-laki terkadang lebih realistis dibanding wanita, ini juga kenapa laki-laki ditakdirkan menjadi seorang “pemimpin”. Karena, gak kebayang kalau wanita jadi pemimpin dan selalu menggunakan perasaan pada setiap situasi. Dan, ini juga kenapa laki-laki kalau ada masalah sebaiknya ditanya dan gak usah menuntut mereka untuk peka, karena pada dasarnya insting mereka gak kuat dan logika mereka yang terus berjalan, kalau si wanita gak kasih tau yah yang mereka tau adalah everything is okay dan gak ada masalah.

Jadi, intinya gak usah menyamakan antara wanita dan pria, gak usah juga membuat kasta antara wanita dan pria, gak usah juga berebut siapa yang lebih tinggi dan lebih rendah. Karena pada dasarnya, wanita dan pria itu emang fitrahnya beda tapi saling melengkapi. Allah itu maha adil, tapi adil itu gak selalu 50:50, adil itu punya porsi masing-masing yang gak bisa diitung dan disamakan oleh manusia. Islam itu karunia yang terbaik untuk wanita dan pria. Perempuan tanpa laki-laki tidak ada apa-apanya, begitupun laki-laki tanpa perempuan tidak ada apa-apanya. Tugas kita cuman harus saling menghargai, saling melengkapi, dan saling menopang satu sama lain! J

-       -  Btw sebenernya banyak bangetsih  hal-hal lain tentang perbedaan kodrat antara wanita dan pria dan ceritain gimana sebenernya kita tuh emang punya fitrahnya masing-masing, salah satunya bisa baca bukunya Alan & Barbara Pease yang judulnya “why men don’t listen and women can’t read maps” itu bisa jadi rekomendasi buat kita sadar kalau emang fitrah antara wanita dan pria itu beda tapi sama-sama saling ngelengkapin. Cmiw! -