Thursday, August 17, 2017

GENERASI SOCIAL MEDIA

Hallo! Hari ini gue akan berkeluh-kesah (lagi), gue mau menuliskan tentang hal yang menurut pengamatan gue makin hari makin urgent. Gue ga memaksa kalian buat setuju sama apa yang gue tulis, tapi gue berharap banget tulisan ini bisa menjadi bahan instropeksi kita semua kedepannya! Aamiin.

Jadi, hari ini gue menyadari satu hal. Menyadari kalo makin hari gue makin minim punya teman yang saling tau satu sama lain, makin minim punya teman yang sekedar nanya kabar atau sekedar nyari udara segar sambil bertukar fikiran. Bukan, bukan gue berharap ditanyain kabar atau semacamnya, gue cuman "takut" kalau makin lama gue bahkan anak dan cucu-cucu gue nanti tinggal di lingkungan dimana seorang manusia gak peduli dengan manusia lainnya, dimana manusia cuman peduli sama dirinya sendiri dan mengabaikan orang-orang yang ada didekatnya.

Ketakutan gue ini bukan tanpa suatu alasan, hal yang bener-bener berasa banget sama gue sekarang adalah ketika gue harus dihadapkan dengan orang sekitar yang kecanduan dengan socmed, yang selalu memegang handphone bahkan saat berbicara dengan orang disekitarnya. Bahkan acara kumpul dengan teman sekarang mulai berganti dengan acara kumpul untuk main handphone , untuk browsing socmed. Yang paling parahnya, gue pernah menyaksikan dua anak manusia yang berantem gara-gara rebutan resolusi video youtube.

"eh youtube gue gak gerak nih, kecilin dong resolusi lu"
"ah ogah, itumah emang hp lu aja gabisa"
"ih serius gara-gara lu nih cepetan gak kecilin resolusinya!"
*dan dilanjutkan dengan berantem diiringi kata-kata kasar*

Seketika gue langsung mikir tentang apa yang sebenernya dipikirin mereka, apa harga persaudaraan mereka hanya sebatas harga kecepatan wifi? kalau iya, gue cuman bisa bilang satu kata.... "miris". Dimana socmed udah mulai mengambil sisi damai kalian, dibanding damai dengan orang lain. Rela ngerusak hubungan dengan orang lain, tapi gak rela kalau sinyal rusak saat main socmed. Mudah ngabisin waktu berjam-jam buat main socmed tapi susah kalo ngabisin waktu untuk ngobrol dengan orang-tua dan orang terkasih lainnya. Seolah socmed bisa menukar kebahagiaan kalian dengan orang sekitar, quality time dengan handphone nyatanya lebih menyenangkan daripada quality time dengan orang-orang terdekat. Bahkan jika merencanakan quality time dengan orang terdekat pun gak lupa untuk update socmednya dong?

Hal-hal inilah yang menyebabkan gue merasa makin lama makin minim teman yang bisa diajak "ngobrol". Jujur, gue merindukan masa-masa dimana bisa bertukar pikiran dengan teman, dimana bisa ngobrol banyak hal sampe dengan hal gak penting, bisa ngelakuin hal-hal konyol yang gak terfikirkan sebelumnya. Bukan malah kumpul, minta password wifi, lalu sibuk dengan dunianya masing-masing. Kadang gue berharap untuk bisa have fun ditempat yang sinyal sama sekali gak ada............  Oiya satu lagi! gue juga merindukan masa dimana kehabisan bahan obrolan lebih mengerikan dibanding kehabisan kuota internet!

Entah pikiran gue yang terlalu jadul, atau emang kenyataannya makin lama situasi makin "miris" tapi kenyataannya emang socmed itu racun, kalau kalian gak kuat atau gak berusaha nyembuhin diri, racun itu bakal menguasai diri kalian, gak mau kan?

* Tulisan ini gak menyindir siapapun, hanya opini belaka, teman disini juga bisa jadi saudara, keluarga, sahabat, teman dekat, atau siapapun yang gue harap bukan generasi yang gue tulis diatas! :) * 

No comments:

Post a Comment