“Hay cantik!”
“Gak usah buru-buru gitu jalannya”
“suit,suiiitt”
Pernah
gak sih kalian pas lagi jalan tiba-tiba ada yang ngomong kayak gitu sama
kalian? Atau ketika kalian lagi disuatu tempat terus ada orang yang ga dikenal
tiba-tiba ngajak ngobrol kalian kayak gitu? Disiulin, ditanya mau kemana,
dipuji-puji padahal kalian jelas-jelas gak kenal orang itu?
Kayaknya
hampir semua perempuan dan beberapa pria pernah ngalamin catcall, dimana ada
orang atau segerombolan orang nyapa di public
space yang mereka si pelaku catcall ini nganggep hal itu “biasa”, terkesan “ramah”
dan biasanya pelaku nya itu lawan jenis. Padahal hal ini adalah pelecehan
verbal yang jadi “penyakit” di masyarakat kita.
Dan kebanyakan
korban dari catcall ini adalah wanita, kenapa wanita? Mungkin karena mindset
masyarakat kita yang menganggap kalau wanita adalah “objek”, padahal kita juga manusia loh, kita berhak hidup tenang
tanpa perlu takut atau risih dengan hal-hal konyol yang dilakukan lawan jenis
kita. Walaupun, pada kenyataannya juga ada beberapa wanita yang ngelakuin
catcall ke pria terutama kalau pria itu punya wajah yang cukup menarik, plis
gais-gaisku jangan jadi konyol hanya untuk mendapatkan sebuah “perhatian” toh
mereka gak peduli bahkan bisa jadi ilfeel.
Apa sih
yang kalian rasain kalau lagi jalan tiba-tiba ada yang siul-siulin, lagi naik
motor tiba-tiba ada yang nyapa “neng, mau kemana?” , lagi nunggu bus tiba-tiba
ada yang muji-muji “cantik” “sendirian aja nih”. Risih gak sih? Risih banget,
gue beberapa kali mendapatkan catcall apalagi semenjak kuliah, bahkan beberapa
temen gue (yang bisa dibilang cuman kenal doang) juga ngelakuin hal ini,
muji-muji, nanya mau kemana, nanya kontak dan lain-lain yang niatnya jelas
cuman iseng entah biar seru dengan teman-temannya atau lain hal dan hal ini
menurut gue “gak banget” dan bikin gue harus nge-blacklist mereka dari daftar orang yang pantas untuk diajak
berteman. Kebayang dong, ke yang “kenal” aja mereka begitu, apalagi ke yang “gak
kenal”? dan kalo gue sinis atau marah pasti dengan entengnya bilang “yaelah
bercanda kali”. Oke, mungkin dengan alih-alih bercanda kalian bisa melakukan
apapun yang kalian mau termasuk “ngebuat risih orang”.
Banyak
orang yang bilang kalau catcall yang terjadi pada wanita karena pakaian mereka
terlalu terbuka sehingga membuat lawan jenis jadi boleh melakukan kesempatan
untuk sekedar ngegodain atau siulin mereka. Padahal, hal ini gak bisa dijadikan
alasan untuk melakukan pelecehan dalam bentuk apapun terhadap perempuan ataupun
pria bahkan untuk pelecehan secara verbal kayak catcall gini. Karena pada
kenyataannya pakaian terbuka atau tertutup gak mempengaruhi pelaku untuk
melakukan catcall, banyak juga orang yang memakai pakaian tertutup bahkan berhijab
yang menjadi korban catcall ini. Emang “kesannya” catcall ini sepele, tapi pada
kenyataannya catcall bener-bener udah jadi penyakit yang dianggap sepele tapi
sebenernya mewabah dan punya dampak yang besar, bikin orang risih, takut,
bahkan trauma (ada beberapa kajian yang berhasil membuktikan hal ini). Bahkan dampak
sangat besarnya adalah mungkin terjadi kekerasan ketika korban catcall ini
melawan atau nunjukin kalau dia “gak suka” dan hal itu “gak sopan” dan si
pelaku gak terima akan hal itu yang jelas-jelas itu salah.
Next time
mungkin gue akan membahas bagaimana kita menghadapi si pelaku catcall ini
ketika mereka mulai berulah.
So, ayo
kita ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siapapun dengan gak ngelakuin
hal konyol yang kesannya sepele tapi sebenernya punya dampak yang besar, stop
catcall dan saling menghargai sesama manusia, kalau gak mau diganggu ya jangan
mengganggu! Yuhu.

No comments:
Post a Comment