Friday, April 14, 2017

SAY NO TO CATCALL!

April 14, 2017 0 Comments
“Neng, mau kemana neng?”
“Hay cantik!” 
“Gak usah buru-buru gitu jalannya”
“suit,suiiitt”

Pernah gak sih kalian pas lagi jalan tiba-tiba ada yang ngomong kayak gitu sama kalian? Atau ketika kalian lagi disuatu tempat terus ada orang yang ga dikenal tiba-tiba ngajak ngobrol kalian kayak gitu? Disiulin, ditanya mau kemana, dipuji-puji padahal kalian jelas-jelas gak kenal orang itu?

Kayaknya hampir semua perempuan dan beberapa pria pernah ngalamin catcall, dimana ada orang atau segerombolan orang nyapa di public space yang mereka si pelaku catcall ini nganggep hal itu “biasa”, terkesan “ramah” dan biasanya pelaku nya itu lawan jenis. Padahal hal ini adalah pelecehan verbal yang jadi “penyakit” di masyarakat kita.

Dan kebanyakan korban dari catcall ini adalah wanita, kenapa wanita? Mungkin karena mindset masyarakat kita yang menganggap kalau wanita adalah “objek”, padahal kita juga manusia loh, kita berhak hidup tenang tanpa perlu takut atau risih dengan hal-hal konyol yang dilakukan lawan jenis kita. Walaupun, pada kenyataannya juga ada beberapa wanita yang ngelakuin catcall ke pria terutama kalau pria itu punya wajah yang cukup menarik, plis gais-gaisku jangan jadi konyol hanya untuk mendapatkan sebuah “perhatian” toh mereka gak peduli bahkan bisa jadi ilfeel.

Apa sih yang kalian rasain kalau lagi jalan tiba-tiba ada yang siul-siulin, lagi naik motor tiba-tiba ada yang nyapa “neng, mau kemana?” , lagi nunggu bus tiba-tiba ada yang muji-muji “cantik” “sendirian aja nih”. Risih gak sih? Risih banget, gue beberapa kali mendapatkan catcall apalagi semenjak kuliah, bahkan beberapa temen gue (yang bisa dibilang cuman kenal doang) juga ngelakuin hal ini, muji-muji, nanya mau kemana, nanya kontak dan lain-lain yang niatnya jelas cuman iseng entah biar seru dengan teman-temannya atau lain hal dan hal ini menurut gue “gak banget” dan bikin gue harus nge-blacklist mereka dari daftar orang yang pantas untuk diajak berteman. Kebayang dong, ke yang “kenal” aja mereka begitu, apalagi ke yang “gak kenal”? dan kalo gue sinis atau marah pasti dengan entengnya bilang “yaelah bercanda kali”. Oke, mungkin dengan alih-alih bercanda kalian bisa melakukan apapun yang kalian mau termasuk “ngebuat risih orang”.

Banyak orang yang bilang kalau catcall yang terjadi pada wanita karena pakaian mereka terlalu terbuka sehingga membuat lawan jenis jadi boleh melakukan kesempatan untuk sekedar ngegodain atau siulin mereka. Padahal, hal ini gak bisa dijadikan alasan untuk melakukan pelecehan dalam bentuk apapun terhadap perempuan ataupun pria bahkan untuk pelecehan secara verbal kayak catcall gini. Karena pada kenyataannya pakaian terbuka atau tertutup gak mempengaruhi pelaku untuk melakukan catcall, banyak juga orang yang memakai pakaian tertutup bahkan berhijab yang menjadi korban catcall ini. Emang “kesannya” catcall ini sepele, tapi pada kenyataannya catcall bener-bener udah jadi penyakit yang dianggap sepele tapi sebenernya mewabah dan punya dampak yang besar, bikin orang risih, takut, bahkan trauma (ada beberapa kajian yang berhasil membuktikan hal ini). Bahkan dampak sangat besarnya adalah mungkin terjadi kekerasan ketika korban catcall ini melawan atau nunjukin kalau dia “gak suka” dan hal itu “gak sopan” dan si pelaku gak terima akan hal itu yang jelas-jelas itu salah.

Next time mungkin gue akan membahas bagaimana kita menghadapi si pelaku catcall ini ketika mereka mulai berulah.

So, ayo kita ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siapapun dengan gak ngelakuin hal konyol yang kesannya sepele tapi sebenernya punya dampak yang besar, stop catcall dan saling menghargai sesama manusia, kalau gak mau diganggu ya jangan mengganggu! Yuhu.