Tuesday, October 18, 2016

KENAPA?

Hari ini gue seharian mengurung diri di kamar, gue bahkan gak tau cuaca diluar itu panas atau mendung atau hujan atau lainnya. Hari libur ini gue isi dengan nonton drama bertema makanan dan baca-baca di internet. Akhir-akhir ini entah mengapa ke “kaku”-an gue sangat amat meningkat. Gue udah berusaha buat nyairin pikiran gue biar lebih netral. Tapi, susah. Gue malah makin melihat apa yang selama ini lagi mengguncang hati gue, dan menyebabkan ke “kaku”-an gue ini muncul dan makin lama makin parah.

Jadi, sebenernya apa yang bener-bener mengguncang pikiran gue saat ini? Jujur, Gue sedih banget ngeliat orang islam di Indonesia saat ini khususnya kalangan remaja, gue sedih karena gue ngeliat sendiri banyak orang islam yang gak bangga dengan keislamannya. Yang malu ngelaksanain pedoman Quran dan sunnah, dan gak jarang menjadikan itu semua sebagai lelucon. Yang membuat perintah agama itu cuman angin lalu dan mencari pembenaran agar gak ngelakuin “perintah” tersebut. Bahkan gue sempet beberapa kali “nyoba” untuk nasihatin beberapa temen gue yang minta saran dan gue memberi sarannya dengan landasan ajaran islam, dan baru satu kalimat gue ngomong……. itu langsung dibantah dan dicela abis-abisan, dan bantahan dia itu bener-bener gak nyambung bahkan sampe dia mencari keburukan gue untuk dibahas dalam hal itu. Dan yang mirisnya lagi orang yang ngebantah, nyela, dll nya ini bukanlah orang yang minta saran ke gue, melainkan orang yang “nguping” pembicaraan. Gue sangat mengakui kalau guepun tidak sempurna, ibadah guepun masih jauh dari kata sempurna. Tapi kalau gue menunggu diri gue sempurna untuk melakukan dan mengingatkan sesama tentang hal-hal yang islam ajarin, sampai kapan?

Lagi-lagi gue lebih memilih diam karena gue gak mau berdebat lebih jauh dan menjadikan diri gue sangat amat terlihat kaku karena gue sangat amat benci dan gak mau “dealing with stupidity”. Dan gue yakin beberapa orang pasti jadi malas berbicara sama gue, gak suka sama gue, dan ngerasa gue ini “sok alim” atau apalah sebutannya. Gue berusaha netral  dan gak kaku walaupun sebenernya gue sangat amat ingin bertanya ke mereka apa salahnya dengan mengikuti dan menjalani apa yang Quran ajarin? Bukankah sudah jelas Quran adalah petunjuk hidup? Bukankah kalian juga islam? Lalu kenapa segitu menentangnya sama apa yang diatur islam? Segitu malu jika kalian terlihat sebagai seorang yang beragama? Dan pertanyaan lainnya yang kalau gue tanyakan pasti langsung dibilang “kaku amat sih za, sok alim” “sok religius lu za” dll yang membuat gue makin bertanya “Apa sebenernya yang terjadi pada pada orang islam saat ini?”

Dan saat masuk ke dunia perkuliahan ini gue malah nambah mikir dan ngerasa kalau jaman sekarang ini banyak orang berusaha menutupi kehidupan islam nya rapat-rapat, urusan agama disimpan masing-masing, privasi katanya, kolot lah kalau terlalu dibahas, diledekinlah, dijadiin bahan bercanda lah. Yang menurut gue sangat amat aneh seorang yang mengaku muslim seperti itu. Kadang gue pengen banget teriak “BANGUN”, ketika temen gue mulai terlena dengan dunianya, dengan life-style dunia yang mulai condong kebarat-baratan.

Banyak orang yang bilang, kalau orang di luar negeri itu (beberapa negara yang minoritas muslim) acuh terhadap islam. Oke, mereka acuh karena mereka belum mengenal apa itu islam dan disana emang muslim bukanlah mayoritas. Tapi coba lihat Indonesia, disini mayoritas muslim dan mengenal islam, mereka mengenal….. tapi mereka acuh. Sedih.

Semoga kita semua selalu dilindung oleh Allah, selalu berada dijalan-Nya, dan selalu diberi kenyamanan untuk beribadah, aamiin :)

No comments:

Post a Comment