Hari ini super
duper lelah, mungkin ini efek badan yang terlalu banyak istirahat
kemarin-kemarin. Efek ke”Mager”an dan mood yang buruk yang bawaannya mau tidur
terus, jadilah cepat lelahnya. Hari ini gue mau membahas tentang “Bahagia”, satu kata yang banyak orang masih sulit mendefinisikannya,
meraihnya dan menerapkannya dalam
kehidupan mereka.
Dulu pas gue
masih kecil, gue adalah orang yang sangat suka menangis. Walaupun gue gak
pernah menunjukannya dengan menangis di depan orang lain, tapi itu semua
terlihat jelas di raut wajah gue, mamah gue selalu bilang gue adalah anak
dengan muka “gak punya semangat hidup”. Dengan banyak alasan yang gak bisa gue
jelaskan disini, gue dulu selalu merasa hidup ini gak pernah adil, hidup ini
menyedihkan dan tidak menyenangkan. Sampai akhirnya gue sampe pada titik dimana
gue mikir (akhirnya mikir juga) kalau
buat apa gue hidup kalau gue terus-menerus menjadi seorang yang selalu
bersedih. Disitu gue mulai bangun dan menata kembali hidup gue menjadi lebih
menyenangkan dari sebelumnya, disinilah gue menemukan yang namanya “bahagia”.
Bahagia itu
sebenernya gampang dan mudah ditemuin, asal mau. Gue menemukan bahagia dari
semua pikiran positif yang gue munculin sendiri. Gak bakal ada yang namanya “bahagia”
jika kalian masih berpikiran negatif terhadap sesuatu, bahkan terhadap “bahagia”
itu sendiri. Bahagia itu sederhana, ketika gue merasa tenang dan bisa melakukan
apa yang gue mau tanpa harus memikirkan hal-hal buruk yang terjadi, dan tanpa
merugikan orang lain. Dulu gue selalu berpikiran negatif sama semua hal yang
terjadi dihidup gue, makanya gue merasa hidup ini gak pernah adil. Tapi gue
sadar, walaupun pikiran negatif gue itu benar, gue gak perlu memasukannya ke dalam
hidup gue, ke dalam hati gue. Karena apa? Karena itu cuman membuang waktu dari sedikit waktu yang gue punya di dunia
ini. Gue mulai mensyukuri semua yang terjadi di hidup gue, bahkan hal terburuk
sekalipun. Dan disaat gue bersyukur dan ikhlas atas semua yang terjadi disitu
gue merasa “bahagia”.
Banyak orang
mikir kalau “bahagia” itu bisa didapetin nanti, saat sukses, saat sudah
mendapatkan semua yang kalian mau, saat sudah bisa mencapai semua tujuan dalam
hidup. Lalu, buat apa adanya hari ini, detik ini kalau kalian masih menunggu “bahagia”
itu datang. Panggil “bahagia” itu untuk menjadi kawan hidup kalian, karena gue
menyesal pernah bermusuhan dengan kebahagiaan.
Kalau ada yang
mau berkenalan dengan “bahagia” nya gue, kalian cukup duduk tenang, menikmati
setiap detik waktu yang kalian punya, dan mengobrol dengan orang yang bisa
membuat kalian nyaman. Ketika kalian bisa merasa hati kalian tenang, dan nyaman
dengan diri kalian sendiri. Disitulah kalian “bahagia”.
Gue sadar
banget, setiap orang beda-beda memahami apa itu bahagia. Karena setiap orang
emang punya karakter dan latar belakang yang berbeda. Tapi, semoga semua orang
yang pernah baca ini adalah orang yang selalu berbahagia dalam hidupnya. Karena
hidup cuman sekali, waktu gak akan pernah kembali, jadi ? jadi lah orang yang
berbahagia.

Beuh Mantap-mantap
ReplyDeletehahaha ga semantap blogmu met
Deleteyeuh mantep atuh ini neng
Delete