MACAM-MACAM CINTA (?)
Moza Amalia
October 26, 2016
2 Comments
HOOLLAA! Kali
ini gue mau membahas tentang sesuatu yang mungkin udah banyak dibahas juga sama
orang, yaitu “Cinta”. Ini hanya pandangan gue mengenai cinta itu sendiri
berdasarkan pengalaman gue, teman gue, dan juga keluarga gue.
Menurut gue
cinta itu terbagi-bagi dalam beberapa tipe, dari yang emang beneran cinta sampe
yang emang cuman cinta- cintaan doang. Gue sendiri menganggap kalau cinta itu
adalah hal yang lumrah dirasain setiap orang, itu menandakan kalau seseorang
itu normal. Tapi, menurut gue gak semua cinta itu bisa dibilang “cinta”. Ini
beberapa pandangan gue tentang tipe-tipe cinta yang mungkin bisa membantu
orang-orang yang sedang jatuh cinta diluar sana untuk lebih selektif lagi
mendefinisikan perasaannya……
·
Cinta karena obsesi
Ini adalah tipe
cinta yang menurut gue sangat amat berbahaya, bisa dibilang tipe cinta yang
“cuman penasaran doang” atau hanya obsesi untuk memiliki orang yang dikagumi.
Ketika kita memilih untuk menjatuhkan hati pada seseorang, tentunya itu bukan
pilihan yang mudah (apalagi buat cewek wkwk).
Ketika kita akhirnya menjatuhkan hati pada seseorang yang
“ngejar-ngejar” kita, tentunya kita
berharap ketika menjalin hubungan yang lebih serius (jadian,pacaran,nikah, atau
apapun) dan semuanya bakal jadi lebih indah. Tapi ternyata, kenyataannya banyak
yang ketika udah pacaran sama orang yang “ngejar-ngejar” itu, malah gak
bahagia. Si doi berubah lah, si doi gak se”romantis” pas masih ngejar lah. Dan
rasanya pasti menyakitkan ketika kita menganggap orang lain serius sama kita,
cinta sama kita, tapi ternyata…… penasaran doang. Dan cinta kayak gini
disebabkan karena adanya obsesi yang berlebihan kepada seseorang, yaa bisa jadi
karena rupanya yang cantik/ganteng, gayanya yang kece ngalahin bintang film,
atau cuman sekedar “kalo gue jadian sama dia, pasti gue bakal bahagia karena
punya pacar cantik/ganteng” atau “gue
mau deketin dia ah, keknya kalau pacaran sama dia gue bakal bahagia keliatannya
dia eksis siapa tau gue bisa eksis juga karena pacaran sama dia” Dan menurut
gue, tipe cinta ini cukup sangat menyakitkan buat yang udah menjatuhkan hati
pada orang yang penasaran doang. Kita menjatuhkan hati, dia malah pergi karena
perasaannya yang mulai hambar setelah puas mendapatkan kita dan mencari yang
lebih baik dari kita atau yang lebih membuat dia penasaran lagi. Percayalah,
pada akhirnya orang dengan tipe cinta ini akan susah merasa bahagia, karena
sejatinya “bahagia itu apa yang kita rasain, bukan apa yang kita lihat”. Jadi,
hati-hatilah sama orang yang terlalu obsesi berlebihan sama kita. Karena,
segala hal yang berlebihan itu gak pernah baik.
·
Cinta karena kesepian
Ketika seseorang
ngerasa sepi, pasti dia merasa bosan, dan ketika bosan pasti ingin do something untuk menghilangkan
kesepian itu. Dan biasanya orang yang kesepian butuh seseorang untuk mengisi
hari-harinya dan menemani aktivitasnya. Sebenernya cinta tipe ini gak begitu
berbahaya, tergantung dari individunya. Ada yang ketika rasa sepinya hilang,
perasaan cinta kepasangan yang menemani kesepiannya ini jadi hambar dan
menyesal telah membuat si pasangan masuk kekehidupannya. Ada juga yang malah
jadi lebih serius karena nyaman dengan si pasangan dan dengan hidup barunya
yang gak sepi lagi dan juga lebih berwarna. Kebanyakan, cinta tipe ini dirasain
sama orang yang putus cinta tapi akhirnya balikan. Karena mereka selama ini
selalu punya seseorang yang mengisi hari-harinya, dan ketika mereka putus
mereka kehilangan arah dan tujuan. Sehingga ujung-ujungnya kangen mantan, chat
lagi, dan balikan. Walaupun sebagian orang yang balikan ini tau kalau
“ending”nya bakal sama aja, tapi entah mengapa banyak yang tetep balikan karena
gak bisa melawan “sepi” tersebut. Dan menurut gue, untuk menghindari tipe cinta
jenis ini, lebih baik kalau kita itu bisa membahagiakan diri sendiri dan gak
menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain sekalipun itu pacar/keluarga.
Karena, bahagia itu sebenernya kita sendiri yang nyiptain, bukan orang lain.
Jadi, walaupun punya hubungan yang serius sama orang jangan menggantungkan
kebahagiaan pada pasangan, karena ketika pasangannya hilang……. Kebahagiaan kita
pun hilang. Jadilah galau, merana, dan ujung-ujungnya ngajak “balikan” terus
putus lagi karena ngerasa “ending”nya sama aja……… tapi nanti balikan lagi.
Lawan aja sepi itu dengan melakukan “me
time” dan menyibukkan diri jadi lebih baik.
·
Cinta karena kasihan
Kenapa adanya
tipe cinta kayak gini? Menurut gue banyak orang yang menerima orang yang
deketin dia hanya karena “kasihan”. Entah nantinya bakal jadi cinta beneran,
atau malah bakal jadi sangat amat jenuh karena sebenernya cintanya ini
“terpaksa”. Entah kasihan karena wajahnya yang melas pas lagi menyatakan cinta,
atau kasihan karena si doi terlanjur menceritakan kisah hidupnya yang dramatis
dan penuh air mata sehingga kalau kita nolak dia itu akan menambahkan beban
hidup dia. Menurut gue ini lebih tepat disebut “iba”. Walaupun gak menutup
kemungkinan bakal cinta beneran, tapi cinta karena cuman kasihan ini lebih
banyak endingnya “menyesal udah menerima”. So, kalau emang kita suka sama orang
jangan sampe ngarang-ngarang cerita sedih atau membuat si doi kasihan sama
kita. Karena, walaupun dia nerima kita belum tentu dia bisa beneran cinta sama
kita. Begitu pun sebaliknya, kalau kita dideketin sama orang dan orang ini
keliatan kasian banget kalau sampe di tolak cinta nya sama kita. Kita harus
bisa berbuat “tega” untuk menolak dan menjauh dari pada nantinya malah lebih
menyakitkan diri kita sendiri, juga nyakitin si doi yang udah ngarep-ngarep
sama kamu. Dan belum tentu juga orang yang kita kasihani ini, beneran cinta sama
kita, bisa jadi dia cuman terobsesi sama kita & mengarang cerita sedih
penuh drama untuk membuat kita ngerasa kasihan dan menerima cintanya.
Amit-amit…………..
·
Cinta beneran tulus dari hati yang
terdalam
jadi, sebenernya
gimana sih cinta yang emang tulus ? menurut gue sendiri, kita dibilang tulus
sama orang lain ketika kita gak mengharapkan apa-apa dari orang itu, pokoknya
kita ngerasa sayang atau cinta tanpa adanya alasan apa-apa tanpa adanya “pamrih”
tanpa memandang dia siapa dia apa dan dia gimana. Cinta beneran tulus itu
ketika kita melakukan banyak hal demi si doi tanpa meminta si doi membalas
perlakuan baik kita tersebut. Kita lebih mengutamakan ekspresi rasa daripada
ekspetasi ego. Kalau kita cinta sama orang kita gak harus menuntut apa-apa dari
orang tersebut selain orang itu menjaga dirinya karena dengan melihat dia
baik-baik saja hidup kita pun akan terasa baik-baik saja juga begitu pun
sebaliknya dan secara gak langsung kita sebenernya tau apakah si doi ini tulus
sama kita atau tidak. Cuman masalah “mau” atau “tidak mau” kita menyadari hal
tersebut. Dan ketika kita sudah tulus sama orang lain, tapi ternyata kita
merasakan kalau si doi tidak tulus atau hanya ada maunya. Ya itu semua pilihan,
mau bertahan dengan kondisi itu atau pergi mencari cinta yang lain. Cinta emang
bisa membuat orang bersikap bodoh, tapi usahakan jangan jadi orang bodoh karena
cinta. Sekali lagi bahagia itu kita yang nyiptain, bukan si cinta-cinta yang
datang kekehidupan kita. Bahagia karena si “cinta” itu cuman bonus dari bahagia
yang kita miliki.
Emang ketika
kita jatuh cinta pasti susah buat ngebedain apakah itu hanya obsesi atau hanya
rasa kasian atau hanya karena kita kesepian atau karena emang tulus beneran
cinta. Tapi sebenernya kalian bisa ngerasain itu tulus/tidak kalau kalian mau
menyadarinya dan sebelum kalian memulai kehubungan yang lebih serius usahakan
untuk melihat semuanya kedepannya, apakah si doi atau kita sendiri akan
tersakiti karena “cinta” itu atau tidak. Dan semoga kita bukan termasuk
orang-orang yang gegabah dan menyakiti orang lain, karena cinta yang tulus itu
penting dan sukar terlihat hanya bisa dirasakan………...



