Hai! Hari ini kebetulan gue gak ada dosen yang mengharuskan
gue berdiam diri dirumah dan ini sangat membahagiakan setelah beberapa hari
kemaren kegiatan kampus menyita waktu gue dirumah. Sebenernya udah banyak
banget topik dan judul blog yang ada di otak gue, cuman masih harus bersabar
karena waktu buat nulis sangat minim banget di semester 5 ini. Tugas dan
praktek-praktek akan menemani gue di semester 5 ini, tapi gapapa kalau ada
waktu kosong gue pasti menyempatkan diri buat nulis semua topik yang ada di
otak gue ini. Semoga aja gak lupa deh, hehehe.
Kali ini gue akan membahas tentang apa yang sebenernya
setiap hari kita rasakan dan kita lalui. Yaitu “memilih”, jadi dulu jaman SMA
gue punya sahabat gitu. Nah kita ini sering curhat masalah masing-masing gitu,
kebetulah pas itu gue yang lagi curhat pokoknya pas itu yang gue inget gue lagi
galau banget masalah percintaan abg-abg gitu, nah ditengah kegalauan gue yang
bisa dibilang klimaks ini. Si sahabat gue ini ngasih gue kata-kata yang sampai
sekarang bener-bener ngebekas dihati dan diotak gue, dia ngomong kurang lebih
gini “
You have B to Born, and you have D to die. But, you have C to choose”.
Gatau sih itu inggrisnya bener apa engga, tapi gue paham maksud dia apa dan
jujur itu ngena banget buat gue saat itu. Gue kayak langsung disadarkan gitu, kalo
diantara kelahiran dan kematian kita ini ada kehidupan yang didalamnya itu kita
yang menentukan dan memilih. Mau senang atau sedih, baik atau buruk, suka atau
gak suka, dll nya itu kita yang memilih dan menentukan. Dan jujur setelah gue
dibilangin gitu sama temen gue ini gue langsung kayak “iya juga ya, ngapain gue
sampe sesedih ini kalo gue sebenernya masih bisa senang. Toh gue sedih pun itu
gak pengaruh apa-apa buat hidup gue” dan disitu gue langsung bangkit dari
kegalauan, karena apa? Karena gue memilih untuk menjadi “bahagia” ketimbang
harus “terpuruk”. Dan gua sadar sebelumnya pun gue sesedih itu karena dalam
masalah itu gua memilih untuk “terpuruk” ketimbang harus menjadi “baik-baik
saja”
.
.
Mungkin kedengerannya terlalu simple gue bisa bangkit hanya
karena gue berpikir kayak gitu. Tapi it’s real. Gini deh, ketika kalian ingin
nilai ujian bagus pasti kan kalian “memilih” untuk belajar, begitu juga kalau
kalian gamau nilai bagus, kalian tinggal “memilih” untuk gausah ngisi satupun
soal ujiannya. Simple kan?
Sekarang pun gua lagi merasakan yang namanya galau karena
terlalu banyak hal yang harus gua lalui. Dan didepan teman-teman, keluarga,
bahkan orang yang membuat gue galau ini gue selalu menunjukan kalau semuanya
baik-baik aja, gue baik-baik aja dan gue terkesan gak sedih. karena apa? Karena
gua memilih untuk menunjukan sisi kuat gue daripada menunjukan sisi lemah gue. Gue
bisa aja menunjukan kalau gue terpuruk dan sangat amat sedih karena banyak
masalah yang gue hadapi, tapi gue gak mau. Dan inilah yang gue maksud hidup itu
pilihan. Kalian sebenernya hidup hanya tinggal memilih, mau apa dan kayak
gimana.
Contoh lain, gue punya teman yang selalu mengeluh begini “gue
gapaham apa yang dosen omongin, apa yang gue pelajarin di semester ini. Nilai gue
juga jelek terus dosennya gak jelas” terus setelah gue tanya dan gue perhatiin,
si teman gue ini emang gapernah yang namanya belajar & memperhatikan dosen
(buku pun hanya dia beli gak dibaca). Jadi sebenernya dia sendiri lah yang “memilih”
untuk tidak paham, untuk tidak mengerti dan dengan entengnya dia menyalahkan
sang dosen padahal di sisi lain banyak kok mahasiswa si dosen yang ngerti dan
dapat nilai bagus. Di sisi lain gue punya temen yang gak terlalu pinter tapi
dia selalu dapet nilai A, karena dia emang selalu memperhatikan dosen, belajar
terus dan senang baca buku. Disini keliatan jelas kalau dia “memilih” untuk mengerti
dan menjadi pintar.
Jadi jelas kalau dalam hal apapun kita ini sebenernya disadari atau tidak disadari kita selalu dihadapkan sama yang namanya “pilihan” dan mau nggak mau kita harus “memilih”. Mau kalian senang atau sedih, itu pilihan kalian sendiri. Suka atau ngga suka sama sesuatu, itu juga pilihan kalian sendiri. Dan masih banyak lagi pilihan yang kalian pilih dalam kehidupan kalian ini, bahkan bangun pagi aja itu pilihan kan? Kalau kita sudah memilih tapi hasil yang kita dapet gak sesuai dengan pilihan kita? Itu tandanya kita bertemu yang namanya “takdir”.
Jadi jelas kalau dalam hal apapun kita ini sebenernya disadari atau tidak disadari kita selalu dihadapkan sama yang namanya “pilihan” dan mau nggak mau kita harus “memilih”. Mau kalian senang atau sedih, itu pilihan kalian sendiri. Suka atau ngga suka sama sesuatu, itu juga pilihan kalian sendiri. Dan masih banyak lagi pilihan yang kalian pilih dalam kehidupan kalian ini, bahkan bangun pagi aja itu pilihan kan? Kalau kita sudah memilih tapi hasil yang kita dapet gak sesuai dengan pilihan kita? Itu tandanya kita bertemu yang namanya “takdir”.

No comments:
Post a Comment