Friday, August 26, 2016

FRIENDS?

Udah lama gue pengen nulis tentang ini cuman berhubung banyak hambatannya dimulai dari aktivitas kuliah yang seabrek, sampe tumblr yang gabisa login (yang membuat gue memutuskan untuk move blog). dan yang paling menghambat adalah tingkat kemageran yang makin hari makin parah huft.

Oke langsung aja, teman? kenapasih gue nulis tentang teman? karena gue merasa semua orang pasti butuh buat berinteraksi dengan orang lain diluar keluarga mereka, dan itu yang kita sebut "teman". dan setiap orang pasti punya kecocokan masing-masing dalam mencari teman. Disini gue akan bercerita bagaimana gue berpetualang dalam menemukan seorang "teman"

Diumur gue yang sudah menginjak 20 tahun inipun, gue sudah banyak banget ketemu macam-macam teman. dimulai dari yang asik sampe yang sok asik, dari yang gak gaul sampe yang super gaul, dari yang diem sampe yang bawel banget. dari yang cuek abis sampe yang penuh drama. dan masih terlalu banyak buat didefinisiin satu-satu. Dan jujur aja diusia gue yang sudah berkepala dua ini gue sudah merasakan manis sampe pahitnya punya seorang teman.

Dari dulu gue selalu mencari teman yang sepemikiran sama gue. oke, "sepemikiran" disini bukan berarti kita satu sifat, satu karakter, satu jiwa(eak). tapi lebih ke yang, gue ini anaknya emang cukup rumit, rumit disini gue itu mungkin agak sedikit kaku buat yang belum kenal, gue juga sangat tidak suka ribet. tapi gue gapernah ignoring orang lain karena gue selalu berprinsip "berteman dengan siapa aja". oke, kecuali yang malesin banget(manusia over drama, i hate). dan gue alhamdulillah sudah menemukan "beberapa" teman yang bisa menerima kerumitan gue ini. gue mungkin gabisa menyebutkan beberapa teman yang menurut gue bisa disebut "beneran teman" ini. tapi gue akan merangkumnya dalam beberapa paragraf.

Jadi pertama, gue punya teman yang menurut gue anak nya cuek banget parah. dan ribetnya lagi gue juga termasuk anak yang cuek, tapi ga secuek doi. sebelumnya, gue punya teman dekat yang bener-bener gue ngerasa ini orang sangat care sama gue, dan kita udah kayak sodara kembar kemana-mana bareng curhat apapun bareng, kalo ulang tahun ngucapinnya panjang banget kayak cerpen, kalau curhat juga dukungannya panjang banget, bahkan ga jarang dia ikut juga dalam masalah gue. romantis banget buat bisa dibilang "friendship goals"tapi you know what? dia si teman dekat gue ini malah bisa dibilang mengkhianati gue dibelakang. dia ambil orang-orang terdekat gua, dan gua bener-bener sendirian saat itu. dan udah, persahabatan kita cuman sampai situ. Tapi dengan teman gue yang cuek banget ini, yang kalo gue ulang tahun cuman ngucapin "hb", yang kalo didepan teman-teman lain malah saling ngeledekin, ga ada romantisnya sedikitpun, kalo didepan orang kita kayak sama-sama gatau masalah masing-masing. yang sebenernya kita sama-sama tau, karena secuek-cueknya kita, kita pasti selalu mau mendengarkan satu sama lain. kita berkomunikasi lancar walaupun kadang chat pagi bales malem. tapi dengan teman gue ini malah bisa bertahan lama tanpa ada drama-drama. kita hanya saling peduli, tanpa ada niat pamer "ini loh temen gue" "ini loh sahabat gue". tanpa ada niat mencampuri urusan masing-masing, tapi cuman perlu jadi diri kita sendiri dan yang terpenting "apa adanya". kita cuman bisa menghibur satu sama lain, jujur satu sama lain kalo gue salah dia terus terang gak menutupi, begitupun sebaliknya. nggak butuh hal-hal romantis. cukup dengan "gue disini buat lu" yang ditunjukin lewat perilaku, bukan kata-kata. tssaaaah.

Dan kedua, gue punya semacam "teman rahasia" kenapa rahasia? karena, keadaan tidak memungkinkan untuk kita menjadi seorang "teman", dan menurut gue teman rahasia kayak gini malah sangat baik buat gue mencurahkan segala isi hati. karena, dia si teman rahasia ini tidak akan membocorkan rahasia gue kemanapun, karena kalau dia membocorkan pasti timbul pertanyaan "loh, emang kenal?" "loh, emang deket?" tapi sejujurnya si teman rahasia inilah yang mungkin paling mengerti gue karena tanpa disadari gue sangat menjadi diri sendiri ketika sesi curhat sama dia karena gue tau dia ga akan bilang ke siapapun dan gak akan mempermasalahkan cerita gue. tentunya bukan teman yang diumbar-umbar pertemanannya. cukup dengan merahasiakan pertemanan namun tetap always listening always understanding.

Ketiga, gue punya semacam kelompok pertemanan gitu(bukan geng-gengan gitu ya) menurut gue mereka teman-teman yang mungkin jarang banget buat kita saling ngungkapin isi hati a.k.a curhat. tapi sebenernya kita kayak kepo satu sama lain, cuman sama sekali ga mau yang namanya "nanya" entah kenapa tapi sulit buat kita saling nanya "lu ada masalah apa?" or "lu lagi kenapa?" walaupun sebenernya dibalik itu semua kita saling tau kalau satu sama lain senang/sedih. yang dilakuin kita setiap harinya hanya bercanda, saling ngeledekin satu sama lain, main games, dan ketawa ketawa dan ketawa. dan yang terpenting, mereka adalah teman yang selalu memperbaiki diri dari hari ke hari.

Dan jujur, gue lebih seneng punya teman yang kayak gini, ketimbang teman yang nongkrong di cafe-cafe gaul-foto-update path lalu melupakan satu sama lain. tapi alhamdulillah walaupun gue punya teman yang kalo main paling dari rumah ke rumah, sesekali hangout diluar itupun selalu lupa buat foto karena keasikan main keasikan ketawa, yang jarang curhat satu sama lain tapi sama-sama gamau ngeliat satu sama lain sedih. tapi menurut gue pribadi, gue memang cocok dan sangat nyaman dengan mereka-mereka yang gue sebut "teman" ini. mungkin, ada sebagian orang yang lebih mementingkan untuk terlihar "goals" dengan teman-temannya dengan hidup nongki sana-sini, curhat sana sini. tapi percayalah, punya teman yang mengutamakan kesederhanaan, selalu memperbaiki diri, selalu berusaha membuat satu-sama lain tertawa itu jauh lebih indah daripada punya likes banyak di path&instagram! :)

No comments:

Post a Comment