Tuesday, December 27, 2016

2016

December 27, 2016 0 Comments
Hoooooo, 2016 bakal berakhir dan berganti dengan 2017. Bagi sebagian orang tahun baru adalah hari yang harus dirayakan karena cuman satu kali dalam setahun, moment-moment yang langka yang gak boleh dilewatin. Tapi bagi gue tahun baru cuman pergantian angka terakhir dari sebuah tahun, gak ada yang spesial, biasa aja dan tidur dirumah ajalah ya……..

Tapi yaaah tidak bisa dipungkiri kalau setiap tahun baru gue pasti membuat resolusi berupa wishlist, gue pasti mempunyai harapan-harapan yang pengennya gue wujudin, tapi wishlist itu selalu hilang entah kemana setiap tahunnya dan bodohnya gue tetep aja pasti buat wishlist di tahun berikutnya dan wishlist tahun 2016 pun juga hilang………. Jadi gue gak tau keinginan apa aja yang udah terwujud. Nasib. Semoga wishlist tahun 2017 gak hilang lagi (Aamiin)

2016 ini menurut gue cukup seru sih, dari kehidupan pribadi yang banyak lika-liku sampe masalah-masalah dunia yang menurut gue di 2016 ini super ajaib. Dimulai dari masalah politik yang makin ngejelimet, masalah agama yang makin hari orang makin sensitif (ini gue gatau musti seneng apa sedih) sampe wabah virus om telolet om yang dimana-mana ngucapin kata-kata itu sampe pusing sendiri dengernya. 2016 ini tahun dimana orang Indonesia sekarang ini bener-bener makin diuji dengan media social. Bisa dilihat dari beberapa konten di Internet atau media social yang di 2016 ini makin canggih dan bisa berpengaruh sama kehidupan sehari-hari mereka, ada info A langsung terpengaruh untuk A, info B langsung terpengaruh B yhaaaa pokoknya seperti itulah….

2016 untuk gue ditutup dengan sesuatu yang indah, yang membuat tahun ini menjadi tahun yang cukup istimewa, karena sesuatu hal yang gak pernah kepikiran sebelumnya tapi tiba-tiba muncul dan menjadi hal yang mengisi setiap jam, detik, hari, minggu, bulan dan waktu-waktu yang akan datang. Dan pastinya hal ini juga yang akan masuk ke wishlist gue ditahun berikutnya, insya Allah.

Wednesday, December 21, 2016

YOGYAKARTA

December 21, 2016 1 Comments
Kata orang Yogyakarta kota kenangan, ini adalah beberapa kenangan yang gue punya dengan orang-orang tersayang yang selalu menemani hari-hari gue 2 tahun lebih belakangan ini. Beribu kenangan dalam waktu 5 hari, dari mulai ketinggalan kereta sampe akhirnya ngeteng kesana, dari seneng sampe sedih banget, dari akur sampe berantem nangis-nangisan, betapa susahnya nyatuin lebih dari 10 kepala yang beda-beda maunya apa pengennya apa, tapi serulaaah yah cukup berkesan walaupun agak-agak suram heuheu














SML<3

Saturday, December 3, 2016

RANDOM

December 03, 2016 0 Comments
Hai, udah lama banget gak isi ini blog, udah hampir sebulan lebih, eh gak deng kemaren gue sempet nulis walaupun isinya sangat gak jelas.

Mungkin ada ribuan kata-kata yang ada di otak gue yang random abis, nggak tau mana yang harus gue tulis dan mana yang harus gue simpan rapat-rapat. Terlalu banyak pikiran yang berlalu lalang dipikiran gue selama berbulan-bulan di tahun ini dan makin lama gue makin nggak nyaman dengan itu.

Kadang gue mikir gue terlalu banyak ngeluh, nggak bersyukur sama apa yang udah dikasih sama Allah. Sampai mungkin puncaknya hari ini, pikiran gue random abis mata gue yang ga bisa sembab ini akhirnya bocor juga. Nyokap gue pernah bilang “seneng itu gausah diajarin semua orang bisa ngelakuinnya, belajar susah itu yang gak semua orang bisa ngelewatinnya” dan yes, emang belajar “susah” itu “susah”, banyak banget hal yang udah berusaha gak gue keluhin tanpa gue sadari numpuk di hati gue dan akhirnya meledak. Sering banget gue malu sama Allah, kenapa gue kayak nggak pernah bersyukur, selalu minta lebih dan lebih. Padahal dari semua hal yang gue lewatin banyak banget kemudahan-kemudahan yang Allah kasih buat gue, dan gue yakin ini semua juga cuman proses kecil yang nantinya Allah bakal kasih sesuatu yang besar. Dia udah paling tau apa yang paling baik buat kita, terus kenapa masih aja kadang suka ngerasa sombong ngeluh ini-itu kalau realita gak sesuai dengan harapan seolah semua yang gue mau adalah hal yang terbaik, padahal jelas Allah lebih tau apa yang terbaik buat gue…….  

Kayak sekarang contohnya, banyak banget janji yang terpaksa harus gue batalin, banyak banget hal-hal yang bikin orang-orang disekitar gue kecewa sama gue, gue sadar itu, gue sadar gue mengecewakan mereka dengan sikap gue yang seolah-olah gak mau peduli dengan mereka, bertindak semau gue dan gak mikirin mereka, padahal gak kayak gitu, gue punya alasan yang udah gue pikirin matang-matang. kadang gue ngerasa lebih baik sendirian di suatu tempat gak ketemu orang banyak dari pada jadi bala buat mereka yang pada akhirnya jadi bumerang buat diri gue sendiri. Tapi disatu sisi, gue sadar gue gak boleh  mikir kayak gitu walaupun 80% kenyataannya kayak gitu, gue harus positif thinking sama yang diatas, sabar, dan berikhtiar. Semua hal ada saatnya, sekarang saatnya memaknai dan mensyukuri setiap hal-hal kecil yang gue dapet setiap harinya dan membedakan mana yang baik dan buruk. 

 Fighting!

Thursday, November 17, 2016

Wednesday, October 26, 2016

MACAM-MACAM CINTA (?)

October 26, 2016 2 Comments
HOOLLAA! Kali ini gue mau membahas tentang sesuatu yang mungkin udah banyak dibahas juga sama orang, yaitu “Cinta”. Ini hanya pandangan gue mengenai cinta itu sendiri berdasarkan pengalaman gue, teman gue, dan juga keluarga gue.

Menurut gue cinta itu terbagi-bagi dalam beberapa tipe, dari yang emang beneran cinta sampe yang emang cuman cinta- cintaan doang. Gue sendiri menganggap kalau cinta itu adalah hal yang lumrah dirasain setiap orang, itu menandakan kalau seseorang itu normal. Tapi, menurut gue gak semua cinta itu bisa dibilang “cinta”. Ini beberapa pandangan gue tentang tipe-tipe cinta yang mungkin bisa membantu orang-orang yang sedang jatuh cinta diluar sana untuk lebih selektif lagi mendefinisikan perasaannya……

·         Cinta karena obsesi
Ini adalah tipe cinta yang menurut gue sangat amat berbahaya, bisa dibilang tipe cinta yang “cuman penasaran doang” atau hanya obsesi untuk memiliki orang yang dikagumi. Ketika kita memilih untuk menjatuhkan hati pada seseorang, tentunya itu bukan pilihan yang mudah (apalagi buat cewek wkwk).  Ketika kita akhirnya menjatuhkan hati pada seseorang yang “ngejar-ngejar” kita,  tentunya kita berharap ketika menjalin hubungan yang lebih serius (jadian,pacaran,nikah, atau apapun) dan semuanya bakal jadi lebih indah. Tapi ternyata, kenyataannya banyak yang ketika udah pacaran sama orang yang “ngejar-ngejar” itu, malah gak bahagia. Si doi berubah lah, si doi gak se”romantis” pas masih ngejar lah. Dan rasanya pasti menyakitkan ketika kita menganggap orang lain serius sama kita, cinta sama kita, tapi ternyata…… penasaran doang. Dan cinta kayak gini disebabkan karena adanya obsesi yang berlebihan kepada seseorang, yaa bisa jadi karena rupanya yang cantik/ganteng, gayanya yang kece ngalahin bintang film, atau cuman sekedar “kalo gue jadian sama dia, pasti gue bakal bahagia karena punya pacar cantik/ganteng”  atau “gue mau deketin dia ah, keknya kalau pacaran sama dia gue bakal bahagia keliatannya dia eksis siapa tau gue bisa eksis juga karena pacaran sama dia” Dan menurut gue, tipe cinta ini cukup sangat menyakitkan buat yang udah menjatuhkan hati pada orang yang penasaran doang. Kita menjatuhkan hati, dia malah pergi karena perasaannya yang mulai hambar setelah puas mendapatkan kita dan mencari yang lebih baik dari kita atau yang lebih membuat dia penasaran lagi. Percayalah, pada akhirnya orang dengan tipe cinta ini akan susah merasa bahagia, karena sejatinya “bahagia itu apa yang kita rasain, bukan apa yang kita lihat”. Jadi, hati-hatilah sama orang yang terlalu obsesi berlebihan sama kita. Karena, segala hal yang berlebihan itu gak pernah baik.

·         Cinta karena kesepian
Ketika seseorang ngerasa sepi, pasti dia merasa bosan, dan ketika bosan pasti ingin do something untuk menghilangkan kesepian itu. Dan biasanya orang yang kesepian butuh seseorang untuk mengisi hari-harinya dan menemani aktivitasnya. Sebenernya cinta tipe ini gak begitu berbahaya, tergantung dari individunya. Ada yang ketika rasa sepinya hilang, perasaan cinta kepasangan yang menemani kesepiannya ini jadi hambar dan menyesal telah membuat si pasangan masuk kekehidupannya. Ada juga yang malah jadi lebih serius karena nyaman dengan si pasangan dan dengan hidup barunya yang gak sepi lagi dan juga lebih berwarna. Kebanyakan, cinta tipe ini dirasain sama orang yang putus cinta tapi akhirnya balikan. Karena mereka selama ini selalu punya seseorang yang mengisi hari-harinya, dan ketika mereka putus mereka kehilangan arah dan tujuan. Sehingga ujung-ujungnya kangen mantan, chat lagi, dan balikan. Walaupun sebagian orang yang balikan ini tau kalau “ending”nya bakal sama aja, tapi entah mengapa banyak yang tetep balikan karena gak bisa melawan “sepi” tersebut. Dan menurut gue, untuk menghindari tipe cinta jenis ini, lebih baik kalau kita itu bisa membahagiakan diri sendiri dan gak menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain sekalipun itu pacar/keluarga. Karena, bahagia itu sebenernya kita sendiri yang nyiptain, bukan orang lain. Jadi, walaupun punya hubungan yang serius sama orang jangan menggantungkan kebahagiaan pada pasangan, karena ketika pasangannya hilang……. Kebahagiaan kita pun hilang. Jadilah galau, merana, dan ujung-ujungnya ngajak “balikan” terus putus lagi karena ngerasa “ending”nya sama aja……… tapi nanti balikan lagi. Lawan aja sepi itu dengan melakukan “me time” dan menyibukkan diri jadi lebih baik.

·         Cinta karena kasihan
Kenapa adanya tipe cinta kayak gini? Menurut gue banyak orang yang menerima orang yang deketin dia hanya karena “kasihan”. Entah nantinya bakal jadi cinta beneran, atau malah bakal jadi sangat amat jenuh karena sebenernya cintanya ini “terpaksa”. Entah kasihan karena wajahnya yang melas pas lagi menyatakan cinta, atau kasihan karena si doi terlanjur menceritakan kisah hidupnya yang dramatis dan penuh air mata sehingga kalau kita nolak dia itu akan menambahkan beban hidup dia. Menurut gue ini lebih tepat disebut “iba”. Walaupun gak menutup kemungkinan bakal cinta beneran, tapi cinta karena cuman kasihan ini lebih banyak endingnya “menyesal udah menerima”. So, kalau emang kita suka sama orang jangan sampe ngarang-ngarang cerita sedih atau membuat si doi kasihan sama kita. Karena, walaupun dia nerima kita belum tentu dia bisa beneran cinta sama kita. Begitu pun sebaliknya, kalau kita dideketin sama orang dan orang ini keliatan kasian banget kalau sampe di tolak cinta nya sama kita. Kita harus bisa berbuat “tega” untuk menolak dan menjauh dari pada nantinya malah lebih menyakitkan diri kita sendiri, juga nyakitin si doi yang udah ngarep-ngarep sama kamu. Dan belum tentu juga orang yang kita kasihani ini, beneran cinta sama kita, bisa jadi dia cuman terobsesi sama kita & mengarang cerita sedih penuh drama untuk membuat kita ngerasa kasihan dan menerima cintanya. Amit-amit…………..

·         Cinta beneran tulus dari hati yang terdalam
jadi, sebenernya gimana sih cinta yang emang tulus ? menurut gue sendiri, kita dibilang tulus sama orang lain ketika kita gak mengharapkan apa-apa dari orang itu, pokoknya kita ngerasa sayang atau cinta tanpa adanya alasan apa-apa tanpa adanya “pamrih” tanpa memandang dia siapa dia apa dan dia gimana. Cinta beneran tulus itu ketika kita melakukan banyak hal demi si doi tanpa meminta si doi membalas perlakuan baik kita tersebut. Kita lebih mengutamakan ekspresi rasa daripada ekspetasi ego. Kalau kita cinta sama orang kita gak harus menuntut apa-apa dari orang tersebut selain orang itu menjaga dirinya karena dengan melihat dia baik-baik saja hidup kita pun akan terasa baik-baik saja juga begitu pun sebaliknya dan secara gak langsung kita sebenernya tau apakah si doi ini tulus sama kita atau tidak. Cuman masalah “mau” atau “tidak mau” kita menyadari hal tersebut. Dan ketika kita sudah tulus sama orang lain, tapi ternyata kita merasakan kalau si doi tidak tulus atau hanya ada maunya. Ya itu semua pilihan, mau bertahan dengan kondisi itu atau pergi mencari cinta yang lain. Cinta emang bisa membuat orang bersikap bodoh, tapi usahakan jangan jadi orang bodoh karena cinta. Sekali lagi bahagia itu kita yang nyiptain, bukan si cinta-cinta yang datang kekehidupan kita. Bahagia karena si “cinta” itu cuman bonus dari bahagia yang kita miliki.


Emang ketika kita jatuh cinta pasti susah buat ngebedain apakah itu hanya obsesi atau hanya rasa kasian atau hanya karena kita kesepian atau karena emang tulus beneran cinta. Tapi sebenernya kalian bisa ngerasain itu tulus/tidak kalau kalian mau menyadarinya dan sebelum kalian memulai kehubungan yang lebih serius usahakan untuk melihat semuanya kedepannya, apakah si doi atau kita sendiri akan tersakiti karena “cinta” itu atau tidak. Dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang gegabah dan menyakiti orang lain, karena cinta yang tulus itu penting dan sukar terlihat hanya bisa dirasakan………...

Tuesday, October 18, 2016

KENAPA?

October 18, 2016 0 Comments
Hari ini gue seharian mengurung diri di kamar, gue bahkan gak tau cuaca diluar itu panas atau mendung atau hujan atau lainnya. Hari libur ini gue isi dengan nonton drama bertema makanan dan baca-baca di internet. Akhir-akhir ini entah mengapa ke “kaku”-an gue sangat amat meningkat. Gue udah berusaha buat nyairin pikiran gue biar lebih netral. Tapi, susah. Gue malah makin melihat apa yang selama ini lagi mengguncang hati gue, dan menyebabkan ke “kaku”-an gue ini muncul dan makin lama makin parah.

Jadi, sebenernya apa yang bener-bener mengguncang pikiran gue saat ini? Jujur, Gue sedih banget ngeliat orang islam di Indonesia saat ini khususnya kalangan remaja, gue sedih karena gue ngeliat sendiri banyak orang islam yang gak bangga dengan keislamannya. Yang malu ngelaksanain pedoman Quran dan sunnah, dan gak jarang menjadikan itu semua sebagai lelucon. Yang membuat perintah agama itu cuman angin lalu dan mencari pembenaran agar gak ngelakuin “perintah” tersebut. Bahkan gue sempet beberapa kali “nyoba” untuk nasihatin beberapa temen gue yang minta saran dan gue memberi sarannya dengan landasan ajaran islam, dan baru satu kalimat gue ngomong……. itu langsung dibantah dan dicela abis-abisan, dan bantahan dia itu bener-bener gak nyambung bahkan sampe dia mencari keburukan gue untuk dibahas dalam hal itu. Dan yang mirisnya lagi orang yang ngebantah, nyela, dll nya ini bukanlah orang yang minta saran ke gue, melainkan orang yang “nguping” pembicaraan. Gue sangat mengakui kalau guepun tidak sempurna, ibadah guepun masih jauh dari kata sempurna. Tapi kalau gue menunggu diri gue sempurna untuk melakukan dan mengingatkan sesama tentang hal-hal yang islam ajarin, sampai kapan?

Lagi-lagi gue lebih memilih diam karena gue gak mau berdebat lebih jauh dan menjadikan diri gue sangat amat terlihat kaku karena gue sangat amat benci dan gak mau “dealing with stupidity”. Dan gue yakin beberapa orang pasti jadi malas berbicara sama gue, gak suka sama gue, dan ngerasa gue ini “sok alim” atau apalah sebutannya. Gue berusaha netral  dan gak kaku walaupun sebenernya gue sangat amat ingin bertanya ke mereka apa salahnya dengan mengikuti dan menjalani apa yang Quran ajarin? Bukankah sudah jelas Quran adalah petunjuk hidup? Bukankah kalian juga islam? Lalu kenapa segitu menentangnya sama apa yang diatur islam? Segitu malu jika kalian terlihat sebagai seorang yang beragama? Dan pertanyaan lainnya yang kalau gue tanyakan pasti langsung dibilang “kaku amat sih za, sok alim” “sok religius lu za” dll yang membuat gue makin bertanya “Apa sebenernya yang terjadi pada pada orang islam saat ini?”

Dan saat masuk ke dunia perkuliahan ini gue malah nambah mikir dan ngerasa kalau jaman sekarang ini banyak orang berusaha menutupi kehidupan islam nya rapat-rapat, urusan agama disimpan masing-masing, privasi katanya, kolot lah kalau terlalu dibahas, diledekinlah, dijadiin bahan bercanda lah. Yang menurut gue sangat amat aneh seorang yang mengaku muslim seperti itu. Kadang gue pengen banget teriak “BANGUN”, ketika temen gue mulai terlena dengan dunianya, dengan life-style dunia yang mulai condong kebarat-baratan.

Banyak orang yang bilang, kalau orang di luar negeri itu (beberapa negara yang minoritas muslim) acuh terhadap islam. Oke, mereka acuh karena mereka belum mengenal apa itu islam dan disana emang muslim bukanlah mayoritas. Tapi coba lihat Indonesia, disini mayoritas muslim dan mengenal islam, mereka mengenal….. tapi mereka acuh. Sedih.

Semoga kita semua selalu dilindung oleh Allah, selalu berada dijalan-Nya, dan selalu diberi kenyamanan untuk beribadah, aamiin :)

Wednesday, October 12, 2016

ALHAMDULILLAH !

October 12, 2016 0 Comments


You deserve this graduation. I hope that you can become more successful and better than this. Do not hand offer due to the all adversity and continue to do your best.

Congrats for my sista. We are proud of you Mutia Adha S.T !

Monday, October 10, 2016

BAHAGIA ADALAH?

October 10, 2016 3 Comments
Hari ini super duper lelah, mungkin ini efek badan yang terlalu banyak istirahat kemarin-kemarin. Efek ke”Mager”an dan mood yang buruk yang bawaannya mau tidur terus, jadilah cepat lelahnya. Hari ini gue mau membahas tentang “Bahagia”,  satu kata yang banyak orang masih sulit mendefinisikannya, meraihnya  dan menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Dulu pas gue masih kecil, gue adalah orang yang sangat suka menangis. Walaupun gue gak pernah menunjukannya dengan menangis di depan orang lain, tapi itu semua terlihat jelas di raut wajah gue, mamah gue selalu bilang gue adalah anak dengan muka “gak punya semangat hidup”. Dengan banyak alasan yang gak bisa gue jelaskan disini, gue dulu selalu merasa hidup ini gak pernah adil, hidup ini menyedihkan dan tidak menyenangkan. Sampai akhirnya gue sampe pada titik dimana gue mikir (akhirnya mikir juga) kalau buat apa gue hidup kalau gue terus-menerus menjadi seorang yang selalu bersedih. Disitu gue mulai bangun dan menata kembali hidup gue menjadi lebih menyenangkan dari sebelumnya, disinilah gue menemukan yang namanya “bahagia”.

Bahagia itu sebenernya gampang dan mudah ditemuin, asal mau. Gue menemukan bahagia dari semua pikiran positif yang gue munculin sendiri. Gak bakal ada yang namanya “bahagia” jika kalian masih berpikiran negatif terhadap sesuatu, bahkan terhadap “bahagia” itu sendiri. Bahagia itu sederhana, ketika gue merasa tenang dan bisa melakukan apa yang gue mau tanpa harus memikirkan hal-hal buruk yang terjadi, dan tanpa merugikan orang lain. Dulu gue selalu berpikiran negatif sama semua hal yang terjadi dihidup gue, makanya gue merasa hidup ini gak pernah adil. Tapi gue sadar, walaupun pikiran negatif gue itu benar, gue gak perlu memasukannya ke dalam hidup gue, ke dalam hati gue. Karena apa? Karena itu cuman membuang  waktu dari sedikit waktu yang gue punya di dunia ini. Gue mulai mensyukuri semua yang terjadi di hidup gue, bahkan hal terburuk sekalipun. Dan disaat gue bersyukur dan ikhlas atas semua yang terjadi disitu gue merasa “bahagia”.

Banyak orang mikir kalau “bahagia” itu bisa didapetin nanti, saat sukses, saat sudah mendapatkan semua yang kalian mau, saat sudah bisa mencapai semua tujuan dalam hidup. Lalu, buat apa adanya hari ini, detik ini kalau kalian masih menunggu “bahagia” itu datang. Panggil “bahagia” itu untuk menjadi kawan hidup kalian, karena gue menyesal pernah bermusuhan dengan kebahagiaan.

Kalau ada yang mau berkenalan dengan “bahagia” nya gue, kalian cukup duduk tenang, menikmati setiap detik waktu yang kalian punya, dan mengobrol dengan orang yang bisa membuat kalian nyaman. Ketika kalian bisa merasa hati kalian tenang, dan nyaman dengan diri kalian sendiri. Disitulah kalian “bahagia”.

Gue sadar banget, setiap orang beda-beda memahami apa itu bahagia. Karena setiap orang emang punya karakter dan latar belakang yang berbeda. Tapi, semoga semua orang yang pernah baca ini adalah orang yang selalu berbahagia dalam hidupnya. Karena hidup cuman sekali, waktu gak akan pernah kembali, jadi ? jadi lah orang yang berbahagia.


Sunday, October 9, 2016

WHAT'S WRONG?

October 09, 2016 0 Comments
Pernah gak sih kalian ngerasa jadi orang yang "beda" dan kalian gak suka itu? Yes, gue sedang merasakannya. Gue ngerasa kalau akhir-akhir ini gue menjadi orang yang kaku, sangat kaku. Dan parahnya gue gak bisa merubah itu semua dengan mudah. Awalnya gue kira ini semua efek drama yang gue tonton berhari-hari, disitu diceritain tokoh wanita nya sangat kuat dan cerdas. Tapi itu udah hampir 3 minggu yang lalu dan gue baru merasakan efeknya sekarang? Mungkin kedengerannya kurang masuk akal sih.

Akhir-akhir ini gue berubah jadi orang yang kaku, lebih suka diam dan malas bercanda apalagi berinteraksi dengan orang lain, padahal sebelumnya gue tiada hari tanpa bercanda,ngobrol,main. Jujur aja gue mulai ngerasa gak nyaman dengan keadaan gue yang kayak gini, tapi…………. Susah buat gue memupuk ketertarikan untuk berinteraksi dengan orang lain. Gue ngerasa sangat kaku dan lebih banyak diam pas lagi sama orang lain, dan yup gue merasa lebih sensitif juga. Atau ini yang cewek-cewek bilang “PMS”? (jujur gue hampir gak pernah ngerasain PMS seperti yang cewek-cewek keluhin). Kalau iya, plis cepetan berlalu, rasanya gak enak banget. Cepet kesel, males gerak,lebih suka sendiri, dll yang menurut gue sangat tidak menyenangkan. Sampe gue baca puluhan artikel buat ngilangin “ke-kakuan” yang ada di diri gue ini. Yaks, semoga besok semua mood sudah kembali seperti semula dan puluhan artikel itu tidak sia-sia.

Parahnya lagi gue jadi makin sinis sama orang, setiap ada orang yang punya pendapat beda sama gue………….. ya pokoknya gue yang bener. Maafin ya buat semuanya yang menjadi “korban” ke-kakuan gue akhir-akhir ini. Semoga semua mood baik cepat terkumpul dan sensi ini cepat hilang. Aamiin.

Wednesday, October 5, 2016

OCTOBER (AGAIN)

October 05, 2016 0 Comments
Hari ini cuaca Jakarta sangat susah diprediksi, tadi siang di kampus pas gue lagi beli makan itu panasnya minta ampun, eh tapi pas balik setelah beli makan malah hujan deres banget sampe hampir sejam-an hujan. Mungkin Jakarta lagi labil-labilnya lagi bingung memilih mau bertahan dengan panas, atau hujan dan banjir? entahlah.

Walaupun cuaca Jakarta hari ini labil, tapi Alhamdulillah hari ini gue gak ikutan labil. semuanya berjalan lancar di hari ini dan gue merasa tenang banget. Terlebih hari ini ketemu teman lama yang udah lama gak ketemu. Rindu.

Oke, kenapa kali ini judulnya “October (again)”? Karena hari ini gue bertemu teman lama gue yang dulunya awal kita kenal itu di bulan oktober. Bulan yang lagi labil-labilnya mempertahankan antara kemarau atau hujan?  Tsah, cuman karena itu doang judulnya jadi “October (again)” , intinya hari ini senang bisa masih ketemu sama teman lama dibulan yang sama tapi di tahun yang berbeda. Alhamdulillah masih bisa menjaga silahturahmi :)

Walaupun akhir-akhir ini super lelah! Dan sedikit banyak bad mood, tapi Alhamdulillah gue masih bisa melewatinya dengan baik. Walaupun ada beberapa temen yang secara gak sadar telah gue buat baper/kesel, semoga dimaafkan huhu. Deadline numpuk dan tugas lagi bener-bener ngejelimet jadilah Oktober kali ini penuh dengan kerjaan kampus. Rasanya tuh mau buru-buru liburan, udah lama juga gak pulang ke Cilegon, udah hampir dua bulan gak pulang, walaupun Cilegon kota kecil tapi ternyata sungguh merindukan.

Maaf kalau kali ini isi blognya hanya berisi keluhan-keluhan mahasiswa semester nanggung kayak gue, mau lanjut perjalanan masih panjang, mau nyerah juga udah terlanjur kuliah sampe setengahnya. Jadilah mahasiswa yang penuh kelabilan kayak cuaca hari ini. Salam mahasiswa semester nanggung!

(sumpah ini lelah banget jadi isinya gak jelas huhuhu)


Wednesday, September 7, 2016

HIDUP ITU PILIHAN

September 07, 2016 0 Comments
Hai! Hari ini kebetulan gue gak ada dosen yang mengharuskan gue berdiam diri dirumah dan ini sangat membahagiakan setelah beberapa hari kemaren kegiatan kampus menyita waktu gue dirumah. Sebenernya udah banyak banget topik dan judul blog yang ada di otak gue, cuman masih harus bersabar karena waktu buat nulis sangat minim banget di semester 5 ini. Tugas dan praktek-praktek akan menemani gue di semester 5 ini, tapi gapapa kalau ada waktu kosong gue pasti menyempatkan diri buat nulis semua topik yang ada di otak gue ini. Semoga aja gak lupa deh, hehehe.

Kali ini gue akan membahas tentang apa yang sebenernya setiap hari kita rasakan dan kita lalui. Yaitu “memilih”, jadi dulu jaman SMA gue punya sahabat gitu. Nah kita ini sering curhat masalah masing-masing gitu, kebetulah pas itu gue yang lagi curhat pokoknya pas itu yang gue inget gue lagi galau banget masalah percintaan abg-abg gitu, nah ditengah kegalauan gue yang bisa dibilang klimaks ini. Si sahabat gue ini ngasih gue kata-kata yang sampai sekarang bener-bener ngebekas dihati dan diotak gue, dia ngomong kurang lebih gini “ You have B to Born, and you have D to die. But, you have C to choose”. Gatau sih itu inggrisnya bener apa engga, tapi gue paham maksud dia apa dan jujur itu ngena banget buat gue saat itu. Gue kayak langsung disadarkan gitu, kalo diantara kelahiran dan kematian kita ini ada kehidupan yang didalamnya itu kita yang menentukan dan memilih. Mau senang atau sedih, baik atau buruk, suka atau gak suka, dll nya itu kita yang memilih dan menentukan. Dan jujur setelah gue dibilangin gitu sama temen gue ini gue langsung kayak “iya juga ya, ngapain gue sampe sesedih ini kalo gue sebenernya masih bisa senang. Toh gue sedih pun itu gak pengaruh apa-apa buat hidup gue” dan disitu gue langsung bangkit dari kegalauan, karena apa? Karena gue memilih untuk menjadi “bahagia” ketimbang harus “terpuruk”. Dan gua sadar sebelumnya pun gue sesedih itu karena dalam masalah itu gua memilih untuk “terpuruk” ketimbang harus menjadi “baik-baik saja”
.
Mungkin kedengerannya terlalu simple gue bisa bangkit hanya karena gue berpikir kayak gitu. Tapi it’s real. Gini deh, ketika kalian ingin nilai ujian bagus pasti kan kalian “memilih” untuk belajar, begitu juga kalau kalian gamau nilai bagus, kalian tinggal “memilih” untuk gausah ngisi satupun soal ujiannya. Simple kan?

Sekarang pun gua lagi merasakan yang namanya galau karena terlalu banyak hal yang harus gua lalui. Dan didepan teman-teman, keluarga, bahkan orang yang membuat gue galau ini gue selalu menunjukan kalau semuanya baik-baik aja, gue baik-baik aja dan gue terkesan gak sedih. karena apa? Karena gua memilih untuk menunjukan sisi kuat gue daripada menunjukan sisi lemah gue. Gue bisa aja menunjukan kalau gue terpuruk dan sangat amat sedih karena banyak masalah yang gue hadapi, tapi gue gak mau. Dan inilah yang gue maksud hidup itu pilihan. Kalian sebenernya hidup hanya tinggal memilih, mau apa dan kayak gimana.

Contoh lain, gue punya teman yang selalu mengeluh begini “gue gapaham apa yang dosen omongin, apa yang gue pelajarin di semester ini. Nilai gue juga jelek terus dosennya gak jelas” terus setelah gue tanya dan gue perhatiin, si teman gue ini emang gapernah yang namanya belajar & memperhatikan dosen (buku pun hanya dia beli gak dibaca). Jadi sebenernya dia sendiri lah yang “memilih” untuk tidak paham, untuk tidak mengerti dan dengan entengnya dia menyalahkan sang dosen padahal di sisi lain banyak kok mahasiswa si dosen yang ngerti dan dapat nilai bagus. Di sisi lain gue punya temen yang gak terlalu pinter tapi dia selalu dapet nilai A, karena dia emang selalu memperhatikan dosen, belajar terus dan senang baca buku. Disini keliatan jelas kalau dia “memilih” untuk mengerti dan menjadi pintar.

Jadi jelas kalau dalam hal apapun kita ini sebenernya disadari atau tidak disadari kita selalu dihadapkan sama yang namanya “pilihan” dan mau nggak mau kita harus “memilih”. Mau kalian senang atau sedih, itu pilihan kalian sendiri. Suka atau ngga suka sama sesuatu, itu juga pilihan kalian sendiri. Dan masih banyak lagi pilihan yang kalian pilih dalam kehidupan kalian ini, bahkan bangun pagi aja itu pilihan kan? Kalau kita sudah memilih tapi hasil yang kita dapet gak sesuai dengan pilihan kita? Itu tandanya kita bertemu yang namanya “takdir”. 

Friday, August 26, 2016

FRIENDS?

August 26, 2016 0 Comments
Udah lama gue pengen nulis tentang ini cuman berhubung banyak hambatannya dimulai dari aktivitas kuliah yang seabrek, sampe tumblr yang gabisa login (yang membuat gue memutuskan untuk move blog). dan yang paling menghambat adalah tingkat kemageran yang makin hari makin parah huft.

Oke langsung aja, teman? kenapasih gue nulis tentang teman? karena gue merasa semua orang pasti butuh buat berinteraksi dengan orang lain diluar keluarga mereka, dan itu yang kita sebut "teman". dan setiap orang pasti punya kecocokan masing-masing dalam mencari teman. Disini gue akan bercerita bagaimana gue berpetualang dalam menemukan seorang "teman"

Diumur gue yang sudah menginjak 20 tahun inipun, gue sudah banyak banget ketemu macam-macam teman. dimulai dari yang asik sampe yang sok asik, dari yang gak gaul sampe yang super gaul, dari yang diem sampe yang bawel banget. dari yang cuek abis sampe yang penuh drama. dan masih terlalu banyak buat didefinisiin satu-satu. Dan jujur aja diusia gue yang sudah berkepala dua ini gue sudah merasakan manis sampe pahitnya punya seorang teman.

Dari dulu gue selalu mencari teman yang sepemikiran sama gue. oke, "sepemikiran" disini bukan berarti kita satu sifat, satu karakter, satu jiwa(eak). tapi lebih ke yang, gue ini anaknya emang cukup rumit, rumit disini gue itu mungkin agak sedikit kaku buat yang belum kenal, gue juga sangat tidak suka ribet. tapi gue gapernah ignoring orang lain karena gue selalu berprinsip "berteman dengan siapa aja". oke, kecuali yang malesin banget(manusia over drama, i hate). dan gue alhamdulillah sudah menemukan "beberapa" teman yang bisa menerima kerumitan gue ini. gue mungkin gabisa menyebutkan beberapa teman yang menurut gue bisa disebut "beneran teman" ini. tapi gue akan merangkumnya dalam beberapa paragraf.

Jadi pertama, gue punya teman yang menurut gue anak nya cuek banget parah. dan ribetnya lagi gue juga termasuk anak yang cuek, tapi ga secuek doi. sebelumnya, gue punya teman dekat yang bener-bener gue ngerasa ini orang sangat care sama gue, dan kita udah kayak sodara kembar kemana-mana bareng curhat apapun bareng, kalo ulang tahun ngucapinnya panjang banget kayak cerpen, kalau curhat juga dukungannya panjang banget, bahkan ga jarang dia ikut juga dalam masalah gue. romantis banget buat bisa dibilang "friendship goals"tapi you know what? dia si teman dekat gue ini malah bisa dibilang mengkhianati gue dibelakang. dia ambil orang-orang terdekat gua, dan gua bener-bener sendirian saat itu. dan udah, persahabatan kita cuman sampai situ. Tapi dengan teman gue yang cuek banget ini, yang kalo gue ulang tahun cuman ngucapin "hb", yang kalo didepan teman-teman lain malah saling ngeledekin, ga ada romantisnya sedikitpun, kalo didepan orang kita kayak sama-sama gatau masalah masing-masing. yang sebenernya kita sama-sama tau, karena secuek-cueknya kita, kita pasti selalu mau mendengarkan satu sama lain. kita berkomunikasi lancar walaupun kadang chat pagi bales malem. tapi dengan teman gue ini malah bisa bertahan lama tanpa ada drama-drama. kita hanya saling peduli, tanpa ada niat pamer "ini loh temen gue" "ini loh sahabat gue". tanpa ada niat mencampuri urusan masing-masing, tapi cuman perlu jadi diri kita sendiri dan yang terpenting "apa adanya". kita cuman bisa menghibur satu sama lain, jujur satu sama lain kalo gue salah dia terus terang gak menutupi, begitupun sebaliknya. nggak butuh hal-hal romantis. cukup dengan "gue disini buat lu" yang ditunjukin lewat perilaku, bukan kata-kata. tssaaaah.

Dan kedua, gue punya semacam "teman rahasia" kenapa rahasia? karena, keadaan tidak memungkinkan untuk kita menjadi seorang "teman", dan menurut gue teman rahasia kayak gini malah sangat baik buat gue mencurahkan segala isi hati. karena, dia si teman rahasia ini tidak akan membocorkan rahasia gue kemanapun, karena kalau dia membocorkan pasti timbul pertanyaan "loh, emang kenal?" "loh, emang deket?" tapi sejujurnya si teman rahasia inilah yang mungkin paling mengerti gue karena tanpa disadari gue sangat menjadi diri sendiri ketika sesi curhat sama dia karena gue tau dia ga akan bilang ke siapapun dan gak akan mempermasalahkan cerita gue. tentunya bukan teman yang diumbar-umbar pertemanannya. cukup dengan merahasiakan pertemanan namun tetap always listening always understanding.

Ketiga, gue punya semacam kelompok pertemanan gitu(bukan geng-gengan gitu ya) menurut gue mereka teman-teman yang mungkin jarang banget buat kita saling ngungkapin isi hati a.k.a curhat. tapi sebenernya kita kayak kepo satu sama lain, cuman sama sekali ga mau yang namanya "nanya" entah kenapa tapi sulit buat kita saling nanya "lu ada masalah apa?" or "lu lagi kenapa?" walaupun sebenernya dibalik itu semua kita saling tau kalau satu sama lain senang/sedih. yang dilakuin kita setiap harinya hanya bercanda, saling ngeledekin satu sama lain, main games, dan ketawa ketawa dan ketawa. dan yang terpenting, mereka adalah teman yang selalu memperbaiki diri dari hari ke hari.

Dan jujur, gue lebih seneng punya teman yang kayak gini, ketimbang teman yang nongkrong di cafe-cafe gaul-foto-update path lalu melupakan satu sama lain. tapi alhamdulillah walaupun gue punya teman yang kalo main paling dari rumah ke rumah, sesekali hangout diluar itupun selalu lupa buat foto karena keasikan main keasikan ketawa, yang jarang curhat satu sama lain tapi sama-sama gamau ngeliat satu sama lain sedih. tapi menurut gue pribadi, gue memang cocok dan sangat nyaman dengan mereka-mereka yang gue sebut "teman" ini. mungkin, ada sebagian orang yang lebih mementingkan untuk terlihar "goals" dengan teman-temannya dengan hidup nongki sana-sini, curhat sana sini. tapi percayalah, punya teman yang mengutamakan kesederhanaan, selalu memperbaiki diri, selalu berusaha membuat satu-sama lain tertawa itu jauh lebih indah daripada punya likes banyak di path&instagram! :)

WHY AM I HERE?

August 26, 2016 0 Comments
Hai! hari ini tepat tanggal 26 Agustus 2016 gue resmi lupa password akun tumblr gue amamoza.tumblr.com , jadi ceritanya sebenernya bukan lupa lebih tepatnya pas login tumblr nya itu dia malah minta buat change password. Berhubung email yang gue pakai itu udah lama banget dan gue lupa sama jawaban dari pertanyaan pemulihannya, jadilah gue memutuskan untuk buat blog baru di blogspot (gak tumblr lagi karena jujur aja agak susah login buat gue). So, semoga dengan blog baru ini isi dari blog gue bisa lebih bermanfaat dan lebih rutin buat update blognya! Bismillahirahmanirahim, i hope you like it and enjoy my post :)